Minggu, 14 Juni 2026 – 11:14 WIB
VIVA – FIFA akhirnya resmi buka suara soal kontroversi VAR yang terjadi di Piala Dunia 2026. Hal ini terjadi di laga antara Qatar melawan Swiss.
Duel di Levi’s Stadium pada Minggu (14/6/2026) berakhir tanpa pemenang. Gol bunuh diri Miro Muheim membuat duel berakhir imbang 1-1, menggagalkan kemenangan Swiss.
Pada hampir sepanjang laga ini, Swiss mendominasi permainan. Mereka sudah unggul sejak menit ke-17 melalui gol penalti Breel Embolo.
Wasit Said Martinez menghadiahkan penalti setelah kiper Qatar, Mahmoud Abunada, melakukan pelanggaran. Tidak ada pertanyaan mengenai pelanggaran itu, namun Remo Freuler terindikasi berada dalam posisi offside sebelum pelanggaran terjadi.
Legenda Manchester United, Gary Neville, merasa demikian. “Kita semua melihatnya di sini [bahwa itu offside],” kata Neville kepada ITV, dilansir BBC.
“Semua orang di rumah berpikir demikian. FIFA adalah tuan rumah penyiaran dan mereka punya keputusan semi-otomatis yang bisa ditunjukkan kepada kami,” tandasnya.
“Ada pertanyaan besar mengenai itu karena menurut mata saya, itu offside, hingga mereka membuktikan hal lain kepada saya,” tambah eks bek kanan Man United itu.
Neville merasa FIFA melakukan kediktatoran. Sang bek kanan Manchester United menegaskan bahwa publik menginginkan transparansi.
“Ini seperti kediktatoran. Gagasan bahwa mereka menyimpan bukti ini secara internal dan tidak menunjukkannya kepada penggemar negara-negara yang bermain di turnamen benar-benar menggelikan,” katanya.
“Tidak menunjukkan bukti offside – buktikan kepada kami bahwa itu offside! Tunjukkan langsung. Mengapa tidak ada transparansi?” tukas Neville.
FIFA, melalui akun resmi @FIFAMedia di media sosial X, pun akhirnya buka suara mengenai situasi ini. Mereka menegaskan bahwa tidak ada offside dalam situasi tersebut.
“Selama pertandingan Qatar vs. Swiss di San Francisco Bay Area, gangguan teknis singkat mencegah animasi grafik onside dihasilkan sebelum penalti yang diberikan kepada Swiss pada menit ke-14. Masalah tersebut segera teratasi,” tulis FIFA.
“Alur kerja VAR tidak terpengaruh oleh masalah ini dan mengikuti prosedur normal dalam memeriksa keputusan di lapangan. Garis yang digunakan oleh VAR untuk memeriksa posisi pemain yang bersangkutan tidak menunjukkan pemain penyerang berada dalam posisi offside dalam salah satu dari dua situasi tepat sebelum keputusan penalti,” tambahnya.
Halaman Selanjutnya
{{ fifamedia/status/2065946543551635511?s=20 }}






