Nasional

Terima Rp 1,02 Triliun PNBP dari Kejagung, Purbaya: Buat Dukung Pembiayaan Pembangunan

×

Terima Rp 1,02 Triliun PNBP dari Kejagung, Purbaya: Buat Dukung Pembiayaan Pembangunan

Sebarkan artikel ini


Senin, 15 Juni 2026 – 15:32 WIB

Jakarta, VIVA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) hasil pemulihan aset senilai Rp 1,02 triliun yang diterimanya dari pihak Kejaksaan Agung, dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembiayaan pembangunan.


img_title


Purbaya Cari Motor Harley Davidson di Lelang Kejagung, Singgung soal Restu Istri

Dia mengatakan, pemulihan aset yang dilakukan oleh Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejaksaan Agung ini, mencerminkan bahwa penegakan hukum tidak hanya berorientasi pada penghukuman pelaku tindak pidana.

Namun juga memastikan bahwa pemulihan kerugian negara melalui optimalisasi pengembalian aset harus terus dilakukan.


img_title


Tak Menyangka Kejagung Berhasil Kejar Aset Buronan Edi Tansil, Purbaya: Ini Prestasi Luar Biasa

“Setiap aset yang berhasil dikembalikan menjadi tambahan penerimaan negara yang pada akhirnya dapat dimanfaatkan, untuk mendukung pembiayaan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat,” kata Purbaya dalam keterangannya, Senin, 15 Juni 2026.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa


img_title


Purbaya Bongkar Isi Pertemuan dengan Prabowo di Kertanegera: Ngobrol Strategi Ekonomi

PNBP yang diterima Kementerian Keuangan terdiri atas hasil lelang BPA Fair 2026 sebesar Rp 978,1 miliar, hasil penelusuran aset tanah dan bangunan senilai Rp 30,9 miliar.

Lalu ada pula hasil penelusuran aset terpidana kasus korupsi Edi Tansil berupa uang sebesar Rp 51,6 miliar, serta hasil lelang kepada korban sebesar Rp 19,1 miliar.

Purbaya juga menyoroti keberhasilan pengembalian aset dalam perkara korupsi Edi Tansil, yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Hal itu menurutnya menunjukkan bahwa hak negara atas aset yang berasal dari tindak pidana, tidak akan hilang oleh berjalannya waktu.

“Kasus Edi Tansil mengingatkan bahwa kerugian negara tidak boleh menjadi masa lalu tanpa penyelesaian. Siapa yang merugikan negara, sampai kapan pun akan kita kejar. Waktu boleh berjalan, tetapi hak negara tidak boleh hilang,” ujarnya.

Purbaya menyatakan, pihaknya berkomitmen untuk mengelola seluruh penerimaan negara, termasuk yang berasal dari pemulihan aset, secara tertib, transparan, dan akuntabel sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pengelolaan yang baik diharapkan semakin memperkuat kapasitas fiskal negara dalam mendukung pembangunan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Ke depan, Kemenkeu akan terus memperkuat sinergi dengan Badan Pemulihan Aset Kejaksaan Agung serta seluruh pemangku kepentingan guna mengoptimalkan pemulihan aset dan penyelamatan keuangan negara,” ujarnya.

Gedung Sampoerna Strategic.

Dukung Operasional Perusahaan, Sampoerna Tegaskan Komitmen untuk Berkontribusi dalam Pembangunan Daerah

Sampoerna berkomitmen untuk berkontribusi pada pembangunan di berbagai daerah Indonesia, seiring dengan konsistensi perusahaan di berbagai program pemberdayaan masyarakat

img_title

VIVA.co.id

15 Juni 2026





Source link