Senin, 15 Juni 2026 – 12:25 WIB
Jakarta, VIVA – Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan akan bertemu dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang. Rencananya, pertemuan digelar pekan ini.
“Oh nanti, ibu (Kepala BGN) ini dari kemarin mau datang tapi nggak jadi karena dipanggil Presiden,” kata Purbaya usai rapat dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 15 Juni 2026.
“Tapi nanti kita (bertemu). Secepatnya lah minggu ini,” sambungnya.
Saat ditanya apakah dalam pertemuan itu akan dibahas mengenai efisiensi anggaran, Purbaya tidak mengiyakan. Dia menyebut belum tentu ada pembahasan terkait efisiensi dalam pertemuan itu.
“Enggak, belum tentu efisiensi. Dia mau ketemu saja,” jelas dia.
Sebelumnya diberitakan, Pemerintah memberi sinyal kuat bahwa kebutuhan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi kembali berkurang dari pagu Rp268 triliun yang telah ditetapkan sebelumnya.
Penghematan itu diperkirakan muncul setelah pemerintah menyelesaikan penataan ulang menyeluruh terhadap tata kelola program yang saat ini tengah dilakukan.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan, pemerintah tidak sedang membahas pemangkasan anggaran secara langsung. Namun, hasil evaluasi sementara menunjukkan kebutuhan riil program kemungkinan lebih rendah dibandingkan proyeksi yang digunakan sebelumnya.
“Bukan pemangkasan ya, tapi dari hasil perhitungan, kita meyakini akan ada pengurangan kebutuhan anggaran dari program makan bergizi gratis ini,” kata Prasetyo Hadi di Gedung Graha Mandiri, Jakarta Pusat, Kamis 11 Juni 2026.
Menurut Prasetyo, pemerintah saat ini masih melakukan penghitungan ulang bersama Kementerian Keuangan dan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memperoleh kebutuhan anggaran yang lebih akurat setelah proses penataan program selesai dilakukan.
“Makanya kami minta waktu untuk juga menghitung dengan Kementerian Keuangan maupun dengan BGN,” ujarnya.
“Jadi dari proses penataan nanti akan akan bisa kita hitung dengan lebih cermat sesungguhnya anggaran yang dibutuhkan untuk program makan bergizi ini totalnya menjadi berapa,” lanjutnya.
Saat ditanya apakah evaluasi tersebut juga mencakup insentif operasional yang diterima dapur MBG, Prasetyo memastikan seluruh komponen biaya akan masuk dalam proses perhitungan ulang.
Halaman Selanjutnya
“Semua, semua, semua,” katanya.






