Nasional

Bahlil Buka Suara Soal Danantara Bakal Danai Proyek Energi Strategis

×

Bahlil Buka Suara Soal Danantara Bakal Danai Proyek Energi Strategis

Sebarkan artikel ini


Kamis, 22 Mei 2025 – 04:04 WIB

Jakarta, VIVA – Presiden RI, Prabowo Subianto telah menyatakan bahwa Danantara sudah siap berinvestasi di proyek-proyek strategis pada sektor energi, sekaligus mengundang para investor migas untuk ikut berinvestasi di dalamnya.

Baca Juga :


Bahlil Sebut Smelter Freeport Bakal Kembali Beroperasi Bulan Juni 2025

Merespons hal tersebut, Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengaku pihaknya akan mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto terkait masalah transisi dan kedaulatan energi tersebut.

“Kita sebagai pembantu Bapak Presiden pasti menjalankan apa yang telah diperintahkan oleh Bapak Presiden,” kata Bahlil di acara IPA Convex 2025, di ICE BSD, Tangerang, Banten, pada Rabu, 21 Mei 2025.

Baca Juga :


B50 Bakal Diimplementasikan 2026, Rusli Habibie: Tingkatkan Nilai Tambah Kelapa Sawit

[Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, di acara IPA Convex 2025, ICE BSD, Tangerang, Banten, Rabu, 21 Mei 2025]

Photo :

  • VIVA.co.id/Mohammad Yudha Prasetya

Meski demikian, Bahlil mengaku pihaknya masih akan terlebih dahulu mengatur mengenai sektor mana saja yang akan dijadikan prioritas dalam investasi Danantara tersebut.

Baca Juga :


Pramono Ikut Sukseskan Koperasi Merah Putih di Jakarta Mulai Oktober 2025

“Terkait dengan transisi energi dan kedaulatan swasembada energi kita, arahan Bapak Presiden kan Danantara juga ikut ambil bagian. Jadi porsinya tinggal kita atur mana yang menjadi skala prioritas,” ujar Bahlil.

Bahlil memastikan bahwa pemerintah juga telah menyediakan sistem gross split atau skema bagi hasil dalam kegiatan usaha hulu migas. Sebab, diakuinya bahwa skema gross split dan cost recovery selalu menjadi perdebatan para pelaku usaha di sektor tersebut.

Karenanya, Bahlil menegaskan bahwa pemerintah akan memberikan formulasi yang lebih ekonomis, untuk meringankan ekspansi dan belanja modal (capex) para pelaku usaha di sektor hulu migas.

Hal inilah yang menurutnya akan menjadi solusi untuk meningkatkan lifting migas, tanpa mengorbankan kepentingan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

“Bagaimana cara untuk mereka bisa melakukan ekspansi? Karena pasti kan sekarang mereka membutuhkan capex yang mahal bagi sumur-sumur tua. Karena itu, kita berikan satu formulasi sweetener yang ekonomis,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Karenanya, Bahlil menegaskan bahwa pemerintah akan memberikan formulasi yang lebih ekonomis, untuk meringankan ekspansi dan belanja modal (capex) para pelaku usaha di sektor hulu migas.

Halaman Selanjutnya





Source link