Rabu, 12 Agustus 2026 – 18:07 WIB
VIVA – Mencari ide bisnis rumahan tidak selalu berarti harus membuka usaha makanan, menjadi reseller, atau berjualan secara online. Ada pula peluang usaha yang memanfaatkan hewan kecil dengan pasar khusus, salah satunya budidaya kroto.
Kroto merupakan telur dan larva semut rangrang yang selama ini banyak digunakan sebagai pakan burung kicau. Karena memiliki konsumen tersendiri, budidaya kroto dapat menjadi salah satu ide bisnis yang menarik untuk dipertimbangkan, terutama bagi Anda yang memiliki lahan terbatas di rumah.
Ide Bisnis Budidaya Kroto di Rumah
Salah satu kelebihan ternak kroto adalah media budidayanya dapat dibuat sederhana. Anda tidak harus memiliki kebun atau pohon berukuran besar untuk memulai. Koloni semut rangrang dapat dipelihara menggunakan toples atau wadah transparan yang ditata di atas rak.
Sistem tersebut juga memungkinkan pemula memulai dari jumlah koloni yang terbatas. Setelah memahami cara perawatan dan mengetahui kondisi pasar, skala budidaya dapat dikembangkan secara bertahap.
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan jika Anda ingin menjadikan budidaya kroto sebagaimana dirangkum Viva pada Rabu, 12 Agustus 2026.
1. Siapkan lokasi budidaya
Pilih tempat yang teduh dan terlindung dari paparan sinar matahari langsung. Area budidaya juga sebaiknya tidak terlalu ramai agar koloni tidak sering terganggu. Anda dapat memanfaatkan sudut halaman, teras, atau ruangan tertentu selama kondisi lingkungannya sesuai untuk pemeliharaan semut rangrang.
2. Gunakan toples atau wadah transparan
Toples menjadi salah satu media yang banyak digunakan dalam budidaya kroto rumahan. Wadah transparan memudahkan Anda mengamati kondisi koloni dan perkembangan sarang. Jumlah wadah dapat disesuaikan dengan kemampuan modal. Untuk tahap awal, Anda tidak perlu langsung menyediakan puluhan toples.
3. Siapkan bibit semut rangrang
Bibit merupakan salah satu komponen terpenting dalam ternak kroto. Anda dapat memperoleh koloni dari peternak atau sumber lain yang terpercaya. Pastikan koloni dalam kondisi baik sebelum dibeli. Kualitas bibit akan berpengaruh terhadap kemampuan koloni berkembang dan menghasilkan kroto.
4. Berikan pakan secara rutin
Semut rangrang membutuhkan sumber makanan untuk menunjang aktivitas koloni. Dalam budidaya, pakan dapat berupa serangga seperti jangkrik, belalang, ulat, atau jenis pakan lain yang sesuai. Pemberian pakan perlu dilakukan secara teratur dan disesuaikan dengan jumlah koloni. Hindari memberikan pakan secara berlebihan karena sisa makanan dapat mengotori area budidaya.
Halaman Selanjutnya
5. Sediakan air






