Nasional

Saling Ejek Antarwarga di Jateng Berujung Ricuh, 2 Polisi yang Melerai Malah Jadi Korban Pengeroyokan

×

Saling Ejek Antarwarga di Jateng Berujung Ricuh, 2 Polisi yang Melerai Malah Jadi Korban Pengeroyokan

Sebarkan artikel ini


Minggu, 23 Agustus 2026 – 19:30 WIB

Blora, VIVA – Perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia di Desa Rowobungkul, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, berujung ricuh. Dua anggota Polsek Ngawen menjadi korban pengeroyokan saat sedang mengamankan kegiatan karnaval.


img_title


Prabowo Bakal Cek Langsung Lokasi Gempa NTT, Mensesneg Sebut Dalam Waktu Dekat

Dua polisi yang menjadi korban yakni Aipda MS dan Aiptu SP. Keduanya terluka setelah berupaya melerai keributan antarwarga.

“Anggota tersebut berinisial Aipda MS dan Aiptu SP,” kata Kasat Reskrim Polres Blora AKP Zaenul Arifin di Blora, Minggu, 23 Agustus 2026.


img_title


Kabar Haji Isam Ditunjuk Prabowo Tangani Karhutla di Kalimantan, Mensesneg: Tidak Benar

Kericuhan terjadi di perempatan Dukuh Randualas, Desa Rowobungkul, pada Sabtu, 22 Agustus 2026, sekitar pukul 16.30 WIB. Polisi kemudian mengamankan 12 orang untuk menjalani pemeriksaan.

“Saat itu pengamanan karnaval tingkat desa,” ujarnya.


img_title


Catat! Ada Contraflow di Tol Cisumdawu, Mulai dari KM 177-187

Zaenul menjelaskan keributan bermula dari aksi saling ejek. Perselisihan tersebut kemudian berkembang menjadi perkelahian antara warga Dukuh Tembang dan Dukuh Randualas.

Petugas yang berada di lokasi langsung berusaha melerai kedua kelompok warga. Namun, situasi justru memanas dan dua anggota polisi yang tengah menjalankan tugas ikut menjadi sasaran.

“Anggota melerai, malah didorong sampai jatuh, sempat dipukul dan terluka,” ujarnya.

Polisi masih mendalami kericuhan tersebut. Sebanyak 12 orang yang diamankan hingga kini masih menjalani pemeriksaan di Unit 1 Satreskrim Polres Blora.

“Yang diperiksa 12 orang, dan sampai sekarang masih tahap pemeriksaan. Untuk peran masing-masing masih menunggu hasil pemeriksaan di Unit 1,” ujarnya.

Pemeriksaan dilakukan untuk mengungkap kronologi kejadian sekaligus mengetahui peran masing-masing orang yang diamankan dalam kericuhan tersebut.

Pengamanan karnaval sendiri melibatkan personel gabungan dari TNI, Polri, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta Linmas.

Akibat pengeroyokan tersebut, Aipda MS mengalami luka memar pada bagian dahi, hidung, dan lutut kiri.

Sementara Aiptu SP mengalami luka robek di bagian atas kepala, benjolan di kepala, serta luka memar dan benjolan pada bagian dahi.

“Keduanya sempat dilarikan ke Puskesmas Rowobungkul, dan saat ini sudah pulang dari puskesmas itu,” ujarnya.

Hingga Minggu, 23 Agustus 2026, polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap 12 orang yang diamankan. Penyidik masih mendalami kronologi kericuhan dan peran masing-masing pihak dalam insiden yang mencoreng perayaan HUT ke-81 RI tersebut. (Ant)

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi

Pemerintah Bagi Tugas Menteri Tangani Karhutla di Sumatra-Kalimantan, Belum Ada Pembentukan Satgas Baru

Pemerintah pusat membagi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan kepada pejabat setingkat menteri.

img_title

VIVA.co.id

23 Agustus 2026





Source link