Minggu, 23 Agustus 2026 – 17:02 WIB
Jakarta, VIVA – Korban jiwa akibat gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah. Data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sudah 91 orang meninggal dunia.
Jumlah tersebut meningkat empat orang dibandingkan laporan sehari sebelumnya. Hal itu disampaikan Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam konferensi pers pada Minggu, 23 Agustus 2026.
“Sebanyak 91 jiwa atau bertambah 4 jiwa dari hari sebelumnya,” ujarnya, Minggu, 23 Agustus 2026.
Korban meninggal tersebar di tujuh kabupaten/kota. Manggarai menjadi wilayah dengan jumlah korban terbanyak, yakni 32 orang, disusul Manggarai Timur sebanyak 31 orang.
Sementara itu, Nagekeo mencatat 14 korban meninggal. Berikutnya Sikka enam orang, Ngada lima orang, Ende dua orang, serta Manggarai Barat satu orang.
Dari total korban tersebut, BNPB mencatat 40 orang merupakan laki-laki dan 48 perempuan. Sedangkan tiga korban lainnya masih dalam proses identifikasi sehingga jenis kelaminnya belum diketahui.
Bukan hanya menelan korban jiwa, gempa juga menyebabkan banyak warga mengalami luka. Hingga kini, BNPB mencatat 1.286 orang terluka.
Berdasarkan kelompok usia, korban meninggal terdiri dari 39 lansia, empat batita, satu balita, 12 anak dan remaja, serta 35 orang dewasa.
BNPB turut mengungkap penyebab kematian para korban. Lebih dari separuh korban meninggal akibat dampak langsung gempa, termasuk tertimpa bangunan yang roboh.
“Sedangkan sisanya 49% meninggal disebabkan dampak tidak langsung,” katanya.
Situasi belum sepenuhnya aman karena aktivitas seismik masih terjadi. BNPB mencatat ribuan gempa susulan mengguncang wilayah NTT sejak gempa utama terjadi.
Hingga Minggu, tercatat 5.688 kali gempa susulan. Magnitudo gempa susulan terbesar mencapai 6,2, sedangkan yang terkecil berada di angka 1,1.
“Gempa susulan yang dirasakan warga saat ini, hari ini sebanyak 130 kali. Rangkaian gempa susulan menunjukan pola emporal yang belum sederhana,” kata dia.
Yang perlu diwaspadai, rangkaian gempa susulan diperkirakan belum akan berhenti dalam waktu dekat. BNPB memperkirakan aktivitas tersebut masih dapat berlangsung hingga beberapa pekan setelah gempa utama.
“Diperkirakan berlangsung sekitar 3-4 minggu sejak gempa utama,” kata dia lagi.
Tangani Karhutla di Kalimantan, BNPB Prioritaskan Upaya Modifikasi Cuaca
BNPB melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), penambahan armada udara, serta penguatan personel dan sarana pemadaman guna menangani karhutla di wilayah Kalimantan.
VIVA.co.id
23 Agustus 2026






