Nasional

Jarak Pandang di Kaltara 500-4.000 Meter Akibat Asap Karhutla

×

Jarak Pandang di Kaltara 500-4.000 Meter Akibat Asap Karhutla

Sebarkan artikel ini


Senin, 31 Agustus 2026 – 13:56 WIB

Tanjung Selor, VIVA – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tanjung Harapan menyampaikan bahwa jarak pandang di Kalimantan Utara (Kaltara) saat ini hanya 500-4.000 meter dan kondisi terburuk saat malam hari.


img_title


Pemerintah Pastikan Awasi Titik Api, Cegah Polusi Asap Lintas Negara

“Secara umum, kondisi cuaca di wilayah pengamatan selama periode 30–31 Agustus 2026 didominasi oleh asap (smoke) dengan jarak pandang sekitar 500–4.000 meter,” ujar Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Tanjung Harapan, Agus Ariyanto di Tanjung Selor, Bulungan, Senin.

Agus mengatakan, kondisi terburuk akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ini terjadi pada malam hari ketika jarak pandang turun hingga 500 meter yang sempat disertai kabut (fog) akibat kelembapan udara yang tinggi serta angin yang sangat lemah, sehingga asap dan uap air lebih mudah terakumulasi di dekat permukaan.


img_title


Orangutan Kalimantan Ditemukan dalam Kondisi Lemah Diduga Terpapar Asap Karhutla

Pada periode yang sama, lanjutnya, pemantauan satelit juga menunjukkan adanya sejumlah titik panas (hotspot) di Kaltara.

“Titik panasnya terutama di Kabupaten Bulungan, serta beberapa titik di Malinau dan Nunukan,” ungkapnya.


img_title


Bandara Syamsudin Noor Izinkan Kolamnya Dipakai Sebagai Sumber Air Padamkan Karhutla

Konsentrasi hotspot, kata dia, khususnya di Kabupaten Bulungan terlihat di wilayah Tanjung Palas Timur dan sekitarnya. Menurutnya keberadaan hotspot dapat menjadi indikasi adanya sumber asap, namun belum dapat dipastikan seluruh asap yang teramati berasal dari titik-titik tersebut, karena penyebaran asap sangat dipengaruhi oleh arah dan kecepatan angin serta kondisi atmosfer.

“Secara sederhana, kondisi asap yang persisten didukung oleh adanya hotspot di beberapa wilayah dan angin yang lemah, sehingga asap cenderung bertahan dan menyebabkan jarak pandang menurun, terutama pada malam hingga dini hari,” katanya.

Kondisi ini, lanjutnya, perlu menjadi perhatian khususnya bagi masyarakat dan aktivitas penerbangan yang memerlukan jarak pandang baik.

Ditanya apakah akan potensi hujan dalam seminggu ke depan, Agus menyebutkan ada potensi hujan namun sangat kecil dan bersifat lokal. “Ada (potensi hujan), tetapi probabilitas sangat kecil, dan bersifat lokal dengan intensitas hujan ringan,” ujar Prakirawan Agus Ariyanto. (Ant)

Evakuasi seekor Orangutan jantan dewasa dalam kondisi lemas di Ketapang

Kronologi Penemuan Orangutan Pingsan Akibat Asap Karhutla di Kalbar

Orangutan yang diberi nama Sampurna itu diduga mengalami gangguan pernapasan akibat terpapar asap pekat karhutla yang menyelimuti habitatnya selama beberapa hari.

img_title

VIVA.co.id

31 Agustus 2026





Source link