Senin, 31 Agustus 2026 – 11:54 WIB
Pangandaran, VIVA – Suasana peresmian Jembatan Gantung Pongpet di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, mendadak berubah setelah tali sling di sisi kiri jembatan terlepas.
Insiden terjadi pada Minggu, 30 Agustus 2026, ketika sekitar 50 orang melintas secara bersamaan di atas jembatan yang berada di Dusun Margajaya, Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang.
Beban puluhan orang tersebut disebut melampaui kapasitas yang telah ditentukan. Akibatnya, tali sling sisi kiri terlepas dari pengikat utama dan membuat jembatan menjadi miring.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigadir Jenderal TNI Donny Pramono meluruskan kabar yang menyebut jembatan tersebut ambruk.
”Kondisi yang terjadi bukan merupakan keruntuhan atau ambruknya keseluruhan struktur jembatan. Struktur utama jembatan tetap berada pada posisinya, sementara bagian yang mengalami kendala adalah tali sling pada sisi kiri yang terlepas dari sistem pengikat utama,” kata dia dikutip Senin, 31 Agustus 2026.
Menurut Donny, jembatan sebenarnya sudah memiliki aturan penggunaan. Papan pemberitahuan telah dipasang di sekitar jembatan sebagai pengingat agar masyarakat tidak melintas dalam jumlah banyak sekaligus.
Jembatan tersebut hanya diperbolehkan dilintasi tiga orang atau satu sepeda motor secara bergantian. Namun, aturan itu tidak dipatuhi saat warga berbondong-bondong melintas setelah prosesi peresmian.
”Namun, antusiasme warga setelah prosesi peresmian menyebabkan ketentuan tersebut tidak diindahkan. Peristiwa terjadi saat jajaran Forkopimda bersama masyarakat bergerak menuju lokasi acara setelah prosesi pengguntingan pita oleh bupati Pangandaran,” kata dia.
Donny kembali menegaskan bahwa bagian yang mengalami masalah adalah tali sling, bukan keseluruhan konstruksi jembatan.
”Tali sling pada sisi kiri jembatan terlepas dari pengikat utama dan menyebabkan jembatan menjadi miring,” ujarnyam
Begitu insiden terjadi, Kodim 0625/Pangandaran bersama Dinas PUPR Kabupaten Pangandaran langsung melakukan penanganan.
Jembatan untuk sementara tidak dibuka bagi masyarakat. Perbaikan dan evaluasi teknis dilakukan sebelum jembatan dinyatakan kembali aman digunakan.
”Untuk memastikan keamanan dan kelayakannya sebelum kembali dapat digunakan,” kata dia.
Evaluasi mencakup pemeriksaan kekuatan struktur jembatan, sistem pengikat tali sling, serta kapasitas maksimal yang dapat ditanggung.
Hasil pemeriksaan tersebut nantinya menjadi dasar untuk memastikan seluruh bagian jembatan dalam kondisi layak sekaligus memperbaiki pengaturan penggunaannya.
Halaman Selanjutnya
Insiden ini menjadi perhatian karena jembatan tersebut baru saja diresmikan. TNI AD memastikan aspek keamanan akan menjadi pertimbangan utama sebelum akses jembatan kembali dibuka untuk masyarakat.






