Kamis, 3 September 2026 – 02:08 WIB
VIVA – Perkembangan prosesor smartphone flagship tidak lagi hanya soal menambah jumlah inti CPU atau meningkatkan kecepatan clock. Dalam beberapa generasi terakhir, MediaTek justru mengambil pendekatan berbeda melalui desain CPU All Big Core pada keluarga Dimensity.
Arsitektur ini menjadi salah satu alasan mengapa sejumlah chipset flagship Dimensity mampu menawarkan performa tinggi untuk gaming, multitasking, kecerdasan buatan atau AI, hingga penggunaan sehari-hari.
MediaTek, dikutip VIVA Kamis, 3 September 2026, pertama kali membawa konsep All Big Core ke kelas flagship melalui Dimensity 9300. Pendekatan tersebut kemudian dikembangkan pada Dimensity 9400 dan Dimensity 9500. Menurut MediaTek, desain ini ditujukan untuk meningkatkan kemampuan komputasi sekaligus mempertahankan efisiensi daya pada perangkat premium.
Apa Itu CPU All Big Core?
Secara sederhana, CPU All Big Core adalah desain prosesor yang menggunakan inti-inti CPU berorientasi performa, tanpa mengandalkan konfigurasi tradisional yang memisahkan inti performa tinggi dan inti efisiensi berdaya rendah.
Namun, istilah “All Big Core” bukan berarti seluruh inti di dalam chipset memiliki spesifikasi yang sama. Setiap inti tetap dapat mempunyai kemampuan dan kecepatan berbeda.
Contohnya dapat dilihat pada Dimensity 9400. Chipset tersebut menggunakan satu Arm Cortex-X925 dengan kecepatan hingga 3,62 GHz, tiga Cortex-X4, dan empat Cortex-A720. Seluruhnya merupakan inti berorientasi performa, tetapi ditempatkan pada tingkatan kemampuan yang berbeda.
Konsep tersebut memungkinkan sistem memiliki lebih banyak pilihan inti berperforma tinggi ketika menjalankan aplikasi berat. Pekerjaan yang membutuhkan kemampuan komputasi besar tidak harus terlalu bergantung pada inti kecil yang dirancang terutama untuk efisiensi.
Bagaimana Cara Kerjanya?
Ketika pengguna membuka aplikasi, bermain game, mengedit foto, atau menjalankan banyak aplikasi secara bersamaan, sistem operasi akan membagi pekerjaan ke sejumlah inti CPU yang tersedia.
Dalam desain All Big Core, setiap inti memiliki kemampuan komputasi yang relatif tinggi. Sistem tetap dapat menentukan inti yang paling sesuai berdasarkan beban kerja. Tugas ringan tidak selalu harus menggunakan inti tercepat, sementara pekerjaan berat dapat diarahkan ke inti dengan kemampuan lebih tinggi.
Pada Dimensity 9400, misalnya, Cortex-X925 menjadi inti dengan performa tertinggi, sedangkan Cortex-X4 dan Cortex-A720 melengkapi konfigurasi tersebut. MediaTek menyebut desain ini mampu meningkatkan performa single-core hingga 35 persen dan sustained multi-core hingga 28 persen dibandingkan generasi flagship sebelumnya.
Halaman Selanjutnya
Artinya, keunggulan All Big Core bukan sekadar jumlah inti. Cara inti-inti tersebut bekerja bersama, kapasitas cache, arsitektur CPU, serta manajemen daya ikut menentukan hasil akhirnya.






