Rabu, 2 September 2026 – 23:30 WIB
Jakarta, VIVA – Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 5,5 yang mengguncang Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, mulai diketahui menimbulkan kerusakan pada sejumlah bangunan.
“Sedikitnya 15 rumah warga dan satu fasilitas kesehatan dilaporkan mengalami kerusakan ringan,” kata Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan (BNPB), Berton S.P. Panjaitan, Rabu, 2 September 2026.
Berdasarkan hasil kaji cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Tengah, sekitar 15 kepala keluarga (KK) turut terdampak akibat gempa yang terjadi pada Selasa, 1 September 2026 pukul 15.22 WIB tersebut.
Meski demikian, data kerusakan itu masih bersifat sementara. BPBD masih melakukan verifikasi dan asesmen di lapangan untuk memastikan jumlah bangunan yang terdampak serta kemungkinan adanya dampak lain akibat gempa.
Sejak gempa terjadi hingga hari ini, lanjutnya, BPBD Kabupaten Halmahera Tengah terus memantau kondisi wilayah. Koordinasi juga dilakukan bersama pemerintah kecamatan dan kepala desa di Kecamatan Patani serta Patani Utara.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD telah diterjunkan untuk melakukan asesmen terhadap dampak gempa sekaligus memantau perkembangan situasi di lapangan. Perkembangan penanganan dan kondisi wilayah kemudian dilaporkan secara berkala kepada Bupati Halmahera Tengah.
“Hingga Rabu, kondisi masyarakat secara umum masih dalam pemantauan tim lapangan. Pemerintah daerah bersama unsur terkait juga masih melakukan pendataan dan verifikasi untuk memastikan kondisi bangunan serta kebutuhan warga yang terdampak,” kata dia.
Masyarakat diminta tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. Warga juga diimbau tidak menempati bangunan yang mengalami kerusakan sebelum dinyatakan aman oleh pihak berwenang.
Berdasarkan informasi awal, pusat gempa berada sekitar 65 kilometer tenggara Halmahera Tengah, 84 kilometer tenggara Maba, dan 116 kilometer tenggara Weda.
Gempa berpusat di laut pada koordinat 0,26 derajat Lintang Utara dan 128,92 derajat Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer.
Guncangan dirasakan lemah hingga sedang oleh masyarakat di Kecamatan Patani dan Patani Utara. Meski berpusat di laut, gempa tersebut berdasarkan parameter yang diinformasikan tidak berpotensi tsunami.
BNPB mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan pemerintah daerah.
Halaman Selanjutnya
Warga yang rumahnya mengalami kerusakan diminta sementara menghindari bagian bangunan yang retak atau berpotensi roboh. Masyarakat juga diharapkan menyiapkan langkah evakuasi secara mandiri, memastikan jalur keluar rumah tidak terhalang, serta mengamankan dokumen penting dan kebutuhan dasar keluarga.






