Rabu, 2 September 2026 – 22:30 WIB
Mataram, VIVA – Polisi terus mendalami kasus dugaan penganiayaan yang terjadi di lingkungan Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Nusa Tenggara Barat.
Sebanyak sembilan orang saksi telah diperiksa untuk mengungkap perkara yang terjadi setelah kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) pada 21 Agustus 2026.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Mataram Ajun Komisaris Polisi I Made Dharma Yulia Putra mengatakan, pemeriksaan sejumlah saksi tersebut merupakan bagian dari proses penanganan laporan untuk memberikan kepastian hukum.
“Kami di bidang penegakan hukum tegak lurus dan tidak akan melihat siapa pun itu. Semua perkara akan kami prioritaskan sesuai aturan dan SOP yang berlaku,” katanya di Mataram, Rabu, 2 September 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Dharma setelah menemui massa aksi dari Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mataram. Mereka mendesak kepolisian mengusut kasus dugaan penganiayaan tersebut secara tuntas dan tidak melakukan tebang pilih.
Dalam aksinya, HMI juga meminta polisi mendalami dugaan kepemilikan dan penggunaan senjata tajam di lingkungan kampus. Mereka mendorong agar ketentuan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 diterapkan apabila ditemukan unsur pidana terkait senjata tajam.
Kasus tersebut bermula dari perselisihan antarlembaga kemahasiswaan sekitar pukul 15.30 WITA di kawasan pertigaan Fakultas Syariah dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Mataram.
Dalam kejadian itu, Purnomo, Ketua Umum HMI Komisariat FEBI UIN Mataram, disebut menjadi korban.
Purnomo diduga dikejar oleh orang tidak dikenal yang membawa senjata tajam jenis pisau. Pengejaran tersebut disebut berlangsung hingga korban berada di area Gedung Rektorat UIN Mataram.
Akibat kejadian tersebut, Purnomo mengalami luka sabetan di bagian kepala. Korban kemudian dilarikan ke Puskesmas Jempong, Kota Mataram, untuk mendapatkan penanganan medis.
Polisi kini masih melakukan pendalaman dengan memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan informasi terkait rangkaian kejadian tersebut. (Ant)
Usai Kecelakaan, Pria Ini Lempar Batu ke Mobil di Jagakarsa! Kini Diburu Polisi
Polisi mulai mengantongi titik terang terkait aksi pelemparan batu ke sebuah mobil di Jagakarsa, Jakarta Selatan, yang videonya viral di media sosial.
VIVA.co.id
2 September 2026






