Nasional

Erupsi Anak Krakatau, Bandara Halim, Soetta dan Radin Inten II Ditutup Sementara

×

Erupsi Anak Krakatau, Bandara Halim, Soetta dan Radin Inten II Ditutup Sementara

Sebarkan artikel ini


Minggu, 6 September 2026 – 09:28 WIB

VIVA –AirNav Indonesia menerbitkan dan memperbarui NOTAM terkait penutupan sementara tiga ruang udara dari bandar udara yang terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, yakni Bandara Halim Perdanakusuma (WIHH), Bandara Internasional Soekarno-Hatta (WIII), dan Bandara Radin Inten II (WILL).


img_title


Penutupan Sementara Bandara Soetta Diperpanjag hingga 09.30 Imbas Abu Erupsi Anak Krakatau

Bandara Halim Perdanakusuma dinyatakan ditutup sementara melalui NOTAM A3345/26 (NOTAMN) sejak 6 September pukul 07.20 WIB, dengan estimasi dibuka kembali pada pukul 10.00 WIB.

Sebelumnya, Bandara Internasional Soekarno-Hatta ditutup berdasarkan NOTAM A3344/26 (NOTAMR A3341/26) sejak 6 September pukul 04.52 WIB, dengan estimasi dibuka kembali pada pukul 09.30 WIB. 


img_title


Bandara Soetta Ditutup Sementara, PT Angkasa Pura Imbau Penumpang Cek Jadwal Penerbangan Terbaru

Bandara Radin Inten II juga ditutup sementara berdasarkan NOTAM B1123/26 (NOTAMN) sejak 6 September pukul 04.18 WIB, dengan estimasi dibuka kembali pada pukul 08.00 WIB.

Penutupan sementara di tiga bandar udara tersebut merupakan bagian dari langkah keselamatan penerbangan seiring perkembangan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Kondisi sebaran abu vulkanik bersifat dinamis sehingga memerlukan pemantauan secara berkelanjutan dan penyesuaian pelayanan navigasi penerbangan sesuai perkembangan kondisi.


img_title


Tarif Transjabodetabek Rute Blok M-Bandara Soetta Rp 15 Ribu Berlaku Mulai Besok

“Kami terus memantau perkembangan kondisi ruang udara secara intensif. Setiap perubahan kondisi yang berpotensi memengaruhi keselamatan penerbangan segera kami tindaklanjuti melalui pembaruan informasi aeronautika dan penyesuaian pelayanan navigasi penerbangan sesuai kebutuhan,” kata EVP of Corporate Secertary AirNav Indonesia, Hermana Soegijantoro dalam keterangan resminya, Minggu 6 September 2026. 

Hermana menjelaskan, melalui Indonesia Network Management Center (INMC), AirNav Indonesia terus memantau kondisi ruang udara dan perkembangan sebaran abu vulkanik untuk mendukung pengelolaan lalu lintas penerbangan serta memastikan informasi aeronautika diperbarui secara tepat waktu.

“AirNav Indonesia terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan penerbangan dalam memantau perkembangan kondisi ruang udara dan memastikan informasi keselamatan penerbangan tersampaikan secara tepat waktu. AirNav Indonesia akan terus memperbarui informasi aeronautika sesuai perkembangan kondisi di lapangan. Keselamatan penerbangan menjadi prioritas utama dalam setiap penyesuaian pelayanan navigasi penerbangan,” kata dia. 

Arie Untung

Tertahan di Denpasar, Arie Untung Gak Bisa Pulang ke Jakarta gegara Bandara Soetta Ditutup Sementara

Arie Untung membagikan kabar terbaru mengenai kondisi penerbangan dari Bali menuju Jakarta. Artis sekaligus presenter tersebut mengaku masih berada di Denpasar.

img_title

VIVA.co.id

6 September 2026





Source link