Senin, 5 Oktober 2026 – 08:05 WIB
Jakarta, VIVA – Belakangan ini, media sosial ramai membahas dugaan kebocoran data pribadi Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid. Informasi tersebut disampaikan oleh konten kreator @realmrbert melalui akun Instagram pribadinya.
Dalam video yang dibagikan, konten kreator tersebut mengaku menemukan sejumlah data pribadi Meutya Hafid, mulai dari foto KTP, data keluarga, hingga sejumlah kata sandi akun platform miliknya.
“Kepada Ibu Meutya Hafid yang terhormat, Menteri Komdigi Indonesia. Ibu, ini adalah foto KTP-mu, atau pernah menjadi foto KTP-mu. Benarkah ibu? Ini adalah data keluargamu, data anakmu, data suamimu yang saya tutupi untuk menjaga privasi, Ibu. Ini adalah password Ibu yang jelas semuanya bisa dibaca, password seorang Menteri Komdigi,” kata dia dikutip Senin (5/10/2026).
Konten kreator tersebut menjelaskan bahwa aksinya bukan bertujuan mempermalukan Meutya Hafid sebagai Menkomdigi ataupun menyebarkan data pribadinya (doxing). Sebaliknya, ia ingin mengingatkan Meutya bahwa kebocoran data di Indonesia sudah terjadi secara masif dan perlu mendapat perhatian serius.
“Tujuan supaya ibu sadar seorang Menteri yang harus menghandle kebocoran data dan di bawah ibu penuh dengan ribuan anggota yang penuh dengan orang hebat IT di Indonesia supaya ibu sadar kalua ada orang yang melapor kepada ibu bahwa kebocoran data di Indonesia itu baik-baik saja. Itu tidak benar dan kebocoran data kita secara massif luar biasa hampir tidak terkontrol dimana-mana yang menyebabkan negara kita jadi negara penipu nomor di dunia,” kata dia.
Ia juga mempertanyakan bagaimana masyarakat biasa dapat merasa aman jika data pribadi seorang menteri saja diduga bocor. Menurutnya, masyarakat selama ini menjadi sasaran penipuan yang memanfaatkan data pribadi, bahkan membuat banyak orang khawatir untuk menerima panggilan telepon dari nomor tidak dikenal.
“Bagaimana jika seorang Menteri yang nomor satu harusnya peduli dengan kebocoran datanya itu bocor separah ini bagaimana kami orang yang kecil di bawah ini? Taukah ibu bahwa kami ini jadi target penimpuan non stop dari seluruh arah. Taukah ibu bahwa kami itu tidak berani lagi mengakat telepon karena kemungkinan besar dari 10 telepon penelponn itu banyak sekali penipu yang tau data pribadi kami,” kata dia.
Halaman Selanjutnya
{{ Dd-GxNDTyLT/ }}






