Jumat, 9 Oktober 2026 – 21:04 WIB
VIVA – Calvin Verdonk mengungkapkan perjuangannya membagi fokus antara Timnas Indonesia dan Lille di tengah padatnya jadwal pertandingan. Bek kiri tersebut mengaku tidak punya banyak waktu untuk merayakan keberhasilan Skuad Garuda menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 karena harus segera kembali mempersiapkan diri bersama klubnya di Prancis.
Timnas Indonesia memastikan gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand melalui adu penalti dengan skor 4-2 pada final di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026). Setelah bermain imbang 2-2 selama 120 menit, Indonesia akhirnya mengangkat trofi yang menjadi gelar internasional penting bagi sepak bola nasional.
Verdonk menjadi bagian dari perjalanan Timnas Indonesia dalam turnamen tersebut. Namun, setelah merasakan kebahagiaan bersama rekan-rekannya di Skuad Garuda, pemain berusia 29 tahun itu harus segera mengalihkan perhatian ke Lille.
Di hadapan media Prancis, Verdonk menjelaskan bahwa waktu untuk merayakan gelar juara bersama Timnas Indonesia sangat terbatas. Dia menyadari bahwa Lille sudah menantinya untuk menghadapi pertandingan penting di kompetisi domestik.
“Tidak begitu banyak waktu untuk merayakan juara dengan sempurna. Tetapi kami berhasil melakukannya bersama tim. Meski begitu, setelah laga melawan Thailand fokus saya beralih pada Sabtu ini. Dan kami harus selalu siap untuk pertandingan ini,” ujar Verdonk.
Lille dijadwalkan menghadapi Le Havre AC pada akhir pekan ini dalam lanjutan Liga Prancis. Situasi tersebut membuat Verdonk harus bergerak cepat memulihkan kondisi fisik setelah menjalani perjalanan panjang dari Indonesia menuju Eropa.
Verdonk juga menjelaskan upayanya menjaga kondisi tubuh agar bisa kembali beradaptasi dengan jadwal di Eropa setelah membela Timnas Indonesia.
Perbedaan zona waktu antara Indonesia dan Prancis menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapinya. Karena itu, Verdonk berusaha mempertahankan pola istirahat yang mendekati waktu di Eropa, bahkan ketika masih berada di Indonesia.
“Ketika saya berada di Indonesia, saya berusaha untuk tetap aware dengan zona waktu Eropa. Dan dalam perjalanan kembali di dalam pesawat, hanya untuk menjaga ritme Eropa. Jadi ketika malam, saya mencoba tidur, dan ketika saya tiba di sini bersama klub, semuanya sudah tertata dengan baik. Dan staf di sini sangat membantu saya dalam pemulihan,” kata Verdonk.
Halaman Selanjutnya
Upaya tersebut dilakukan agar proses adaptasi setelah perjalanan jauh tidak mengganggu persiapannya bersama Lille. Selain menjaga pola tidur, dukungan staf klub juga berperan dalam membantu pemulihan fisiknya sebelum kembali menjalani pertandingan.






