
loading…
Houthi mengobarkan perang melawan Saudi untuk mendirikan negara Syiah. Foto/X
Koalisi pimpinan Saudi menyalahkan kelompok Houthi Yaman dan menyebut serangan itu sebagai kejahatan perang.
Dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu, juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan bahwa kelompoknya telah menargetkan bandara tersebut “dalam tiga tahap” sejak Jumat malam hingga menutupnya sepenuhnya, serta memperingatkan bahwa bandara-bandara Saudi “tidak aman”, kecuali yang melayani Mekkah dan Madinah.
Serangan ini menjadi puncak dari eskalasi ketegangan selama musim panas. Gencatan senjata yang didukung PBB—yang sebelumnya telah membekukan perang Yaman sejak 2022—runtuh pada bulan Juli setelah Arab Saudi membom bandara Sanaa, dan pihak Houthi kemudian menyatakan blokade maritim terhadap kerajaan tersebut.
Pasukan pemerintah yang didukung Arab Saudi melancarkan serangan balik pada awal Oktober, dan utusan khusus PBB telah memperingatkan bahwa Yaman kembali mengalami perang berskala penuh.
Bentrokan sengit terus berlanjut di sekitar kota Taiz yang memiliki posisi strategis, yang terletak di dataran tinggi di atas pesisir Laut Merah. Pertempuran yang kembali berkecamuk ini telah menyebabkan 130.000 orang mengungsi.
4 Tujuan Houthi Mengobarkan Perang Melawan Saudi, Mendirikan Negara Syiah
1. Menguasai 30% Wilayah Yaman
Secara resmi dikenal sebagai Ansar Allah, atau “penolong Tuhan”, gerakan ini muncul di wilayah paling utara Yaman pada tahun 1990-an di seputar sosok ulama Hussein al-Houthi.






