Minggu, 18 Oktober 2026 – 12:16 WIB
Jakarta, VIVA – Keputusan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) memasukkan Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dalam nominasi federasi terbaik Asia 2026 menuai kritik dari sejumlah jurnalis internasional.
Dua jurnalis ternama, Romain Molina dan John Duerden, secara terbuka mempertanyakan keputusan tersebut karena FAM sebelumnya tersandung skandal pemalsuan dokumen tujuh pemain naturalisasi.
Kritik bermunculan setelah AFC mengumumkan daftar kandidat AFC Awards 2026 pada Jumat (16/10/2026).
FAM secara mengejutkan masuk nominasi AFC Member Association of the Year kategori Gold bersama federasi sepak bola Hong Kong dan India.
Salah satu kritik paling keras datang dari jurnalis investigasi asal Prancis, Romain Molina.
Sosok yang pernah menulis untuk The Guardian dan The New York Times tersebut mempertanyakan alasan AFC tetap memberikan tempat kepada FAM.
Melalui akun X pribadinya, Molina menyinggung kasus pemalsuan dokumen yang menyeret federasi sepak bola Malaysia pada 2025.
Ia menganggap keputusan AFC sulit diterima setelah adanya sanksi resmi terhadap FAM.
“AFC sungguh konyol: Bagaimana mungkin Asosiasi Sepak Bola Malaysia bisa masuk dalam daftar kandidat peraih penghargaan Association of the Year, padahal pada 2025 mereka terbukti bersalah karena memalsukan kewarganegaraan tujuh pemain?” tulis Molina di akun X pribadinya. Pernyataan tersebut langsung menyoroti persoalan integritas dalam proses penentuan nominasi,” tulis Molina.
Molina bahkan melontarkan sindiran tambahan terhadap keputusan konfederasi sepak bola Asia tersebut.
“Seolah-olah korupsi dan tindakan melanggar aturan justru mendapat dukungan,” ujar Molina menambahkan.
Tak hanya Molina, jurnalis sepak bola internasional John Duerden turut mengkritik pencalonan FAM melalui akun X miliknya.
Ia menyoroti kontras antara kasus dokumen pemain yang terjadi pada 2025 dan penghargaan yang kini berpeluang diterima federasi Malaysia.
“Selamat datang di Sepak Bola Asia. Pada tahun 2025, Federasi Sepak Bola Malaysia menggunakan dokumen palsu untuk mendaftarkan 7 pemain yang tidak memiliki ikatan dengan negara tersebut,” tulis John Duerden.
“Tidak ada pertanggungjawaban atau transparansi, hanya permintaan maaf yang sangat terlambat. Pada tahun 2026, Federasi tersebut masuk dalam daftar pendek AFC untuk Asosiasi Terbaik Tahun 2026,” lanjutnya.
Halaman Selanjutnya
Sorotan terhadap FAM juga muncul dari media Malaysia melalui tulisan Frankie D’Cruz di Free Malaysia Today pada Minggu (18/10/2026).






