Minggu, 18 Oktober 2026 – 09:14 WIB
Bekasi, VIVA – Kementerian Sosial (Kemensos) menyelenggarakan Anugerah Jurnalistik Sekolah Rakyat 2026 sebagai bentuk apresiasi terhadap para insan media yang telah mengabarkan kisah-kisah dari Sekolah Rakyat dari berbagai penjuru negeri.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para jurnalis yang konsisten memberitakan dan mengawal berbagai program sosial pemerintah, khususnya Sekolah Rakyat.
Gus Ipul menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan pers sebagai dua pilar yang sama-sama memiliki tanggung jawab menjaga martabat manusia.
“Pemerintah bekerja melalui kebijakan, sementara wartawan bekerja melalui fakta. Wartawan bukan sekadar menyampaikan berita, melainkan mata yang membantu melihat mereka yang terabaikan, telinga yang mendengar mereka yang tak terdengar, dan suara bagi mereka yang selama ini tak bersuara,” ujarnya dalam acara Anugerah Jurnalistik Sekolah Rakyat di SRT 1 Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (17/10/2026).
Lomba karya jurnalistik dengan tema Sekolah Rakyat Memuliakan “The Invisible People” ini pun menjadi ruang partisipasi dan ekspresi bagi jurnalis untuk mengabarkan kisah-kisah dari Sekolah Rakyat dalam bentuk tulisan, berita foto dan video.
Acara tersebut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar, Sekretaris Jenderal Kemensos M. Hasan Chabibie, jajaran Kementerian Sosial (Kemensos), dan siswa Sekolah Rakyat, serta insan pers.
Gus Ipul mengatakan, kontribusi jurnalis sangat penting dalam penyelenggaraan program Sekolah Rakyat yang digagas langsung oleh Presiden Prabowo Subianto untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan dan pemberdayaan orang tua siswa.
Tanpa kabar baik yang disampaikan ke publik, kisah-kisah perjuangan para siswa, orang tua, tenaga pendidik, guru, kepala sekolah dan pemerintah dalam mendidik dan mengentaskan kemiskinan tak akan mendapat perhatian serta dukungan luas dari masyakat.
Dia menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan program strategis berbasis amanat Pasal 34 ayat (1) UUD 1945 untuk memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi. Hingga tahun 2026, tercatat 182 titik Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia yang menampung lebih dari 44 ribu siswa dari keluarga kurang mampu.
“Kita patut bersyukur salah satu gagasan besar Presiden, yaitu Sekolah Rakyat, mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan,” katanya.
Halaman Selanjutnya
Keberhasilan Sekolah Rakyat, menurut Gus Ipul, merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan dukungan, masukan, pengawasan, serta kepedulian dari segenap elemen masyarakat.






