Senin, 19 Oktober 2026 – 16:10 WIB
Jakarta, VIVA – Pedangdut Evi Masamba tengah diliputi kecemasan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Kalimantan. Bukan hanya mengkhawatirkan keselamatan sang ibunda yang tinggal di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Evi juga harus menerima kabar menyedihkan tentang makam adik bungsunya yang ikut terbakar.
Ia menceritakan bahwa rumah yang ditempati ibunya bersama dua adiknya berada tidak jauh dari kawasan hutan yang terbakar.
Situasi sempat membahayakan ketika api merambat hingga mendekati rumah keluarganya. Beruntung, rumah tersebut masih bisa diselamatkan berkat upaya sang ibunda yang berada di lokasi.
“(Area hutan yang terbakar) dekat banget, karena rumah ibu di Palangkaraya, belakangnya hutan, rumah ibu hampir kebakar, karena angin dan daun ini terbang dan kena atap,” kata Evi saat menjadi bintang tamu acara Pagi Pagi Ambyar, mengutip tayangan Youtube, Senin (19/10/2026).
Meski rumahnya berhasil terhindar dari kebakaran besar, ancaman belum sepenuhnya berakhir. Asap tebal dari karhutla masih menyelimuti lingkungan tempat tinggal ibunda Evi dan mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk waktu beristirahat.
Evi mengungkapkan, sang ibu bahkan kesulitan tidur nyenyak akibat asap yang masuk hingga ke dalam rumah.
“Asap masih, ibu bilang untuk tidur saja gak nyenyak sama sekali,” kata Evi.
![]()
Kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan karena asap kebakaran berdampak terhadap kesehatan warga. Evi menyebut sejumlah orang di sekitar tempat tinggal ibunya mengalami gangguan pernapasan.
“Kebanyakan pada kena ISPA, ibu itu sesak napas, itu asap sudah sampai dalam rumah, kalau video call itu kelihatan itu putih apa, itu asap,” kata Evi.
Ibunda Evi Masamba Menolak Mengungsi ke Jakarta
Kekhawatiran Evi terhadap keselamatan ibunya sempat memunculkan kritik dari publik. Ia dipertanyakan karena tidak membawa sang ibu dan keluarga yang tinggal di Palangkaraya untuk mengungsi ke Jakarta.
Evi menjelaskan bahwa dirinya sebenarnya sudah pernah mengajak sang ibunda meninggalkan wilayah terdampak. Namun, ajakan tersebut ditolak karena ibunya memilih tetap tinggal untuk menjaga rumah dan hewan peliharaan mereka.
“Waktu itu aku sudah pernah ajak ibu ke Jakarta, tapi gak mau,” kata Evi.
Halaman Selanjutnya
Keputusan sang ibunda untuk bertahan di rumah ternyata membuat Evi berpikir tentang kemungkinan lain yang bisa terjadi. Menurutnya, jika sang ibu benar-benar pergi saat itu, rumah mereka berpotensi tidak terselamatkan karena tidak ada yang berjaga untuk mengantisipasi kobaran api.






