Minggu, 25 Oktober 2026 – 23:50 WIB
Jakarta, VIVA – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat. Namun, membangun bisnis UMKM tidak cukup hanya dengan memiliki produk yang menarik. Pelaku usaha juga perlu menerapkan strategi yang tepat agar bisnis mampu bertahan menghadapi persaingan, menjangkau lebih banyak konsumen, dan terus berkembang dalam jangka panjang.
Ada sejumlah cara membangun bisnis UMKM yang dapat diterapkan, mulai dari memahami kebutuhan pasar hingga memperluas jaringan pemasaran. Dengan pengelolaan yang terencana, UMKM memiliki peluang untuk meningkatkan daya saing sekaligus menciptakan usaha yang berkelanjutan.
1. Memahami Kebutuhan Pasar dan Konsumen
Langkah pertama dalam membangun bisnis UMKM adalah memahami kebutuhan pasar. Pelaku usaha perlu mengetahui siapa target konsumennya, produk apa yang dibutuhkan, serta faktor apa yang memengaruhi keputusan pembelian.
Riset pasar dapat dilakukan melalui survei sederhana, pengamatan terhadap tren, maupun interaksi langsung dengan pelanggan. Informasi tersebut membantu pelaku usaha menentukan jenis produk, harga, dan strategi pemasaran yang sesuai.
2. Menjaga Kualitas dan Terus Berinovasi
Kualitas produk menjadi salah satu faktor yang menentukan keberlangsungan bisnis. Pelaku UMKM perlu memastikan produk yang ditawarkan memiliki mutu yang konsisten, baik dari segi bahan baku, proses produksi, kemasan, maupun pelayanan kepada pelanggan.
Selain menjaga kualitas, inovasi juga diperlukan agar bisnis tetap relevan dengan perubahan kebutuhan pasar. Inovasi tidak selalu berarti menciptakan produk baru. Pelaku usaha dapat memperbarui desain kemasan, menghadirkan variasi produk, memperbaiki layanan, atau menyesuaikan metode penjualan.
Evaluasi secara berkala terhadap masukan konsumen dapat membantu pelaku usaha menentukan perbaikan yang paling dibutuhkan.
3. Mengoptimalkan Pemasaran Digital
Pemanfaatan teknologi digital dapat membantu UMKM memperluas jangkauan pasar tanpa harus mengeluarkan biaya pemasaran yang terlalu besar. Pelaku usaha dapat menggunakan media sosial, lokapasar (marketplace), dan aplikasi pesan untuk memperkenalkan produk kepada calon konsumen.
Konten yang informatif dan menarik, seperti foto produk, video proses pembuatan, serta ulasan pelanggan, dapat meningkatkan kepercayaan terhadap bisnis. Pelaku UMKM juga perlu memberikan informasi yang jelas mengenai harga, kualitas, cara pemesanan, dan layanan pengiriman.
Halaman Selanjutnya
Agar strategi pemasaran lebih efektif, pelaku usaha sebaiknya memilih platform yang sesuai dengan karakteristik target konsumennya dan mengevaluasi hasil promosi secara rutin.






