Jumat, 30 Oktober 2026 – 00:30 WIB
Jakarta, VIVA – Mantan Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo atau Jokowi menanggapi hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) terkait melejitnya elektabilitas Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka.
Untuk diketahui, Gibran Rakabuming Raka meraih elektabilitas lebih tinggi dibandingkan sejumlah nama lain, termasuk Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Prabowo Subianto.
Hasil survei SMRC menunjukkan elektabilitas Gibran Rakabuming Raka sebesar 29,7 persen.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memperoleh 28,2 persen, sedangkan Presiden Prabowo Subianto mencatat elektabilitas 22,7 persen.
Dalam hal ini, mantan Wali Kota Solo itu mengingatkan bahwa hasil survei hanya menggambarkan pendapat masyarakat pada waktu tertentu.
Menurut Jokowi, tingkat dukungan publik dapat berubah sehingga hasil survei tidak bisa dianggap sebagai gambaran permanen.
“Survei-survei itu kan potret pendapat masyarakat pada saat tertentu. Jadi, jangan buru-buru menyimpulkan, karena setiap saat itu bisa berbeda-beda,” ucap Jokowi.
Kemudian, saat ditanya mengenai faktor yang mungkin mendorong kenaikan elektabilitas kandidat tersebut, Jokowi meminta agar hasil survei ditelaah secara menyeluruh.
Bahkan, Jokowi mengaku belum mempelajari detail survei yang dimaksud.
“Ya coba dilihat di surveinya itu secara detail. Saya belum melihat,” ucap Jokowi.
Selain itu, Jokowi mengatakan bahwa perubahan tingkat elektabilitas dapat dipengaruhi berbagai faktor, bukan hanya satu peristiwa tertentu.
“Ya, saya kira banyak hal. Banyak hal yang bisa menaikkan atau menurunkan elektabilitas dari siapa pun,” pungkas Jokowi.
Jokowi Komentari 2 Tahun Prabowo-Gibran: Apakah Mereka Merasakan Manfaatnya
Mantan Presiden RI ke-7 Joko Widodo atau Jokowi komenteri soal dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Dalam
VIVA.co.id
30 Oktober 2026






