Jumat, 30 Oktober 2026 – 19:29 WIB
Jakarta, VIVA – Wellness tourism kini menjadi salah satu tren perjalanan yang diminati wisatawan. Tren ini menawarkan pengalaman liburan yang tidak hanya berfokus pada rekreasi, tetapi juga menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh serta pikiran.
Besarnya minat terhadap wisata kebugaran ini terlihat dari nilai pengeluaran global. Berdasarkan data Global Wellness Institute, pengeluaran untuk wellness tourism pada 2024 mencapai 893,9 miliar dolar AS. Angka tersebut meningkat 13,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, kawasan Asia Pasifik mencatat 562,7 juta perjalanan wellness dengan total pengeluaran mencapai 215 miliar dolar AS.
Melihat besarnya potensi tersebut, Indonesia turut mengembangkan wellness tourism sebagai salah satu daya tarik pariwisata. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan, Kementerian Pariwisata menempatkan wisata kebugaran ini sebagai bagian dari pengembangan wisata minat khusus dalam program prioritas pariwisata berkualitas.
Pemerintah dalam ini Kementerian Pariwisata, kata Widi telah mengembangkan buku panduan bertajuk Wellness Journey Across the Java Wonders yang mana di dalamnya membahas mengenai 10 jalur dan tema perjalanan yang mengakut potensi kebugaran berbasis alam dan budaya Jawa.
Kini, Kementerian Pariwisata kata Widi tengah directory bagi para pelaku industri wisata kebugaran (wellness tourism) agar lebih berkembang dan berkualitas.
“Pemetaan ini kita buat untuk memberikan informasi kepada masyarakat di dalam negeri dan luar negeri apa saja produk-produk destinasi layanan dan pelaku industry wellness yang ada di Indonesia,” kata dia dalam press conference di Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Selain itu, upaya lain yang dilakukan untuk mengembangkan potensi wellness tourism adalah memberikan pendampingan bisnis bagi penyedia paket wisata gastronomi dan wellness melalui program ‘Wonderful Indonesia Scale Up Hub’.
Sementara itu dari sisi investasi, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur dan Kura-Kura Bali menawarkan peluang pengembangan fasilitas dan layanan yang mendukung industry Kesehatan, kebugaran serta pariwisata berkualitas.
Tak sampai di situ saja, dari sisi pengembangan event, Kementerian Pariwisata juga memberikan dukungan terhadap berbagai penyelenggaraan kegiatan yang berhubungan dengan aktivitas kebugaran seperti Jogjakarta Cultural Wellness Festival (JCWF) tahun 2026. Event ini direncanakan akan digelar pada tanggal 6 hingga 8 November 2026.
Halaman Selanjutnya
Mengangkat tema ‘Reconnect-Reconnecting People, Culture & Wellbeing’ kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat posisi Yogyakarta sebagai destinasi wisata kebugaran berbasis budaya di Indonesia dan membuka banyak peluang kolaborasi yang berlanjut di luar penyelenggaraan festival.






