Senin, 2 November 2026 – 00:10 WIB
Jakarta, VIVA – Hasil sementara pemilu Israel masih menjadi sorotan karena belum ada kubu yang berhasil mengamankan mayoritas kursi di parlemen (Knesset). Blok pendukung Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memperoleh 53 kursi dari total 120 kursi, sementara kubu oposisi meraih 48 kursi dan partai-partai Arab mendapatkan 19 kursi.
Meski unggul dalam perolehan kursi, blok Netanyahu belum memenuhi syarat minimal 61 kursi untuk membentuk pemerintahan. Di tengah situasi tersebut, kubu oposisi berupaya mengambil alih kendali parlemen dengan mengganti ketua Knesset dan mendorong sejumlah rancangan undang-undang yang menyasar Netanyahu.
Mengutip laporan media lokal Walla, para pemimpin oposisi berencana menggelar pertemuan empat pihak di kediaman Yair Lapid, pemimpin oposisi sekaligus Ketua Partai Yesh Atid. Pertemuan itu juga akan dihadiri Ketua Partai Yashar Gadi Eisenkot, Avigdor Lieberman dari Partai Yisrael Beiteinu, serta Yair Golan dari Partai Demokrat.
Menurut Walla, pertemuan tersebut bertujuan menyusun strategi bersama untuk mengubah hasil pemilu menjadi kekuatan politik di dalam Knesset.
Pertemuan itu dijadwalkan berlangsung sebelum konsultasi yang akan dimulai pada 4 November di kediaman Presiden Isaac Herzog. Konsultasi tersebut bertujuan menentukan pihak yang akan mendapat mandat pertama untuk mencoba membentuk pemerintahan. Sumber dari kubu oposisi mengatakan kepada Walla bahwa Eisenkot telah memutuskan untuk menerima mandat pertama pembentukan pemerintahan.
Mengubah peta kekuatan politik
Melansir laman Anadolu Agency, Senin (2/11/2026) media Walla menyebut tanggal penting lainnya bagi kubu oposisi adalah 10 November. Pada hari itu, anggota Knesset yang baru terpilih dijadwalkan mengucapkan sumpah jabatan.
Oposisi berencana mengganti Ketua Knesset Amir Ohana, yang merupakan anggota Partai Likud pimpinan Netanyahu. Langkah ini dinilai dapat memberi oposisi kendali atas agenda parlemen sekaligus membuka peluang untuk mendorong pengesahan sejumlah undang-undang selama enam pekan sebelum batas waktu pembentukan pemerintahan berakhir.
Para pemimpin oposisi diperkirakan akan membahas calon pengganti yang dapat disepakati bersama. Sejumlah nama yang dipertimbangkan antara lain Eisenkot, Lapid, dan Oded Forer dari Partai Yisrael Beiteinu.
Selain itu, oposisi juga ingin mendorong pengesahan rancangan undang-undang untuk membentuk komisi penyelidikan resmi terkait peristiwa 7 Oktober 2023, menurut laporan Walla.
Halaman Selanjutnya
Pada 8 Oktober 2023, militer Israel melancarkan serangan besar-besaran ke Jalur Gaza. Serangan tersebut telah menewaskan lebih dari 74.000 orang, melukai lebih dari 175.000 lainnya, serta menghancurkan hampir seluruh wilayah kantong Palestina tersebut.






