Senin, 2 November 2026 – 05:14 WIB
Moskow, VIVA – Unjuk rasa menentang biaya hidup di Prancis terus meminta korban. Sedikitnya 64 orang pengunjuk rasa terluka selama demonstrasi terbaru di sejumlah tempat yang menentang kenaikan biaya hidup di Prancis pada Sabtu, lapor surat kabar Le Figaro, mengutip data layanan darurat.
Sebelumnya ratusan ribu orang menggelar aksi protes di berbagai wilayah di Prancis selama tiga Sabtu berturut-turut yang membuat otoritas keamanan kelimpungan. Sebanyak 60 orang di antaranya mengalami luka ringan dan empat lainnya dalam kondisi serius, kata harian tersebut dalam laporannya pada Ahad.
Sejak medio September aksi protes Prancis itu pecah. Mulanya para siswa sekolah menengah atas (SMA) dan mahasiswa turun ke jalan-jalan di pinggiran kota Paris untuk menuntut perbaikan sistem pendidikan dan kondisi sekolah.
Para siswa yang protes itu kemudian bergabung dengan kelompok masyarakat yang kecewa dengan kenaikan harga di negara tersebut. Akibatnya, aksi-aksi protes itu meluas ke wilayah-wilayah lain di seluruh negeri.
Aksi terbesar sejauh ini berlangsung pada 17 Oktober lalu. Menurut data Kementerian Dalam Negeri Prancis, demonstrasi hari itu dihadiri oleh sekitar 550.000 orang.
Demo Prancis Berlanjut! KBRI Paris Imbau WNI Waspada, Hindari Titik Ini
Aksi demonstrasi di Prancis rencananya akan berlanjut pada Sabtu 31 Oktober 2026. KBRI Paris melalui akun media sosial resminya imbau WNI yang berada di Prancis
VIVA.co.id
30 Oktober 2026






