Senin, 2 November 2026 – 04:10 WIB
Jakarta, VIVA – Gelombang demonstrasi anak muda menolak rencana menghidupkan kembali wajib militer di Jerman berujung kerusuhan di sejumlah kota. Lebih dari 200 orang ditangkap polisi setelah bentrokan antara kelompok demonstran dan aparat pecah di Hamburg, Frankfurt, dan Berlin pada Sabtu (31/10/2026) malam.
Aksi yang digerakkan kelompok Gen Z Regelt itu sebenarnya berlangsung damai pada siang hari. Puluhan ribu anak muda turun ke jalan di lebih dari 30 kota untuk menyuarakan tuntutan peningkatan anggaran pendidikan, bantuan menghadapi kenaikan biaya hidup, serta penolakan terhadap rencana pemberlakuan kembali wajib militer.
Namun, situasi berubah setelah malam tiba. Kelompok-kelompok radikal menggelar aksi terpisah dalam skala lebih kecil di sejumlah lokasi. Mereka mendirikan barikade dan terlibat bentrokan dengan polisi.
Sejumlah demonstran melemparkan batu, botol, dan petasan ke arah petugas. Polisi kemudian mengerahkan meriam air dan unit khusus untuk mengendalikan situasi.
Demo Gen Z Awalnya Berlangsung Damai
Aksi demonstrasi utama diinisiasi oleh Gen Z Regelt dan digelar di lebih dari 30 kota di Jerman. Puluhan ribu anak muda berpartisipasi dalam unjuk rasa tersebut.
Selain menolak rencana wajib militer, para demonstran menuntut pemerintah meningkatkan anggaran pendidikan dan menyediakan bantuan untuk mengatasi kenaikan biaya hidup.
Aksi tersebut berlangsung relatif damai hingga siang hari. Namun, setelah demonstrasi utama berakhir, kelompok-kelompok radikal menggelar aksi terpisah yang kemudian memicu kerusuhan.
Bentrokan dilaporkan terjadi di Hamburg, Frankfurt, dan Berlin. Sementara itu, insiden serupa juga berlangsung di Cologne, meskipun dalam skala lebih kecil.
Toko Senjata Api Dijarah di Frankfurt
Di Frankfurt, sejumlah kelompok bertopeng yang tidak terlibat dalam demonstrasi utama Gen Z dilaporkan memecahkan kaca toko dan menjarah sejumlah tempat usaha.
Salah satu sasaran penjarahan adalah toko senjata api. Polisi menyebut kelompok tersebut mencuri sedikitnya dua senjata api setelah memecahkan kaca toko.
Seorang tersangka berhasil ditangkap dan senjata api yang dicuri ditemukan kembali oleh petugas.
Selain penjarahan, sebuah kendaraan polisi mengalami kerusakan. Kaca kendaraan tersebut dipecahkan dan ban-ban mobil dibuat kempes.
Halaman Selanjutnya
Pihak berwenang melaporkan lebih dari 30 orang ditangkap sementara di Frankfurt. Kerusakan properti dalam skala besar juga terjadi ketika kerusuhan berlanjut hingga Minggu (1/11/2026) dini hari.






