Nasional

Kredit 5 Tahun, Lebih Untung Membeli Mobil Bensin atau Listrik?

×

Kredit 5 Tahun, Lebih Untung Membeli Mobil Bensin atau Listrik?

Sebarkan artikel ini


Senin, 2 November 2026 – 13:45 WIB

Jakarta, VIVA -Membeli mobil secara kredit dengan tenor lima tahun menjadi pilihan bagi konsumen Indonesia. Setelah cicilan lunas, sebagian pemilik menjual kendaraan lama untuk membeli mobil baru. Dalam kondisi tersebut, memilih mobil bensin atau mobil listrik perlu mempertimbangkan seluruh biaya kepemilikan, termasuk nilai jual kembali.


img_title


Denda Pajak Mobil dan Motor Dihapus, Ini Cara Ikut Pemutihan DKI

Mobil listrik menawarkan biaya energi lebih rendah. Namun, depresiasi atau penurunan harga jual bisa memengaruhi keuntungan selama masa kepemilikan. Sementara itu, mobil bensin membutuhkan biaya bahan bakar lebih besar, tetapi memiliki pasar mobil bekas yang lebih mapan.

Lantas, mana yang lebih menguntungkan selama lima tahun?


img_title


Selisih Harga BBM RON 92 di Empat SPBU, Ini Perbandingannya

Biaya Kredit dan Operasional

Untuk simulasi, diasumsikan kedua mobil memiliki harga OTR Jakarta Rp300 juta. Pembelian dilakukan dengan uang muka 20 persen atau Rp60 juta, sedangkan sisa Rp240 juta dicicil selama 60 bulan.


img_title


Harga BBM Terbaru 1 November 2026 di Semua SPBU

Dengan asumsi bunga flat 5 persen per tahun, total bunga kredit mencapai Rp60 juta selama lima tahun. Dari perhitungan VIVA Otomotif Senin (2/11/2026), biaya pembelian melalui kredit, termasuk uang muka, menjadi Rp360 juta sebelum biaya administrasi dan pengeluaran lainnya.

Dari sisi energi, mobil listrik memiliki keunggulan. Dengan konsumsi 14,5 kWh per 100 kilometer, mobil listrik membutuhkan sekitar 2.175 kWh untuk menempuh 15.000 kilometer setahun. Berdasarkan tarif listrik Rp1.444,70 per kWh, biaya pengisian daya di rumah mencapai sekitar Rp3,14 juta per tahun.

Sebagai pembanding, mobil bensin dengan konsumsi 12 kilometer per liter membutuhkan sekitar Rp12,5 juta per tahun jika menggunakan Pertalite seharga Rp10.000 per liter.

Dengan demikian, penghematan energi mobil listrik mencapai sekitar Rp46,8 juta selama lima tahun. Perhitungan ini mengasumsikan pengisian daya di rumah dan harga energi tetap.

Perawatan, Pajak, dan Asuransi

Biaya perawatan juga memengaruhi total pengeluaran. Mobil bensin membutuhkan penggantian oli mesin, filter, dan busi. Mobil listrik tidak memerlukan servis komponen tersebut, meski pemeriksaan ban, rem, suspensi, dan sistem pendingin tetap diperlukan.

Dalam simulasi ini, biaya servis dan komponen rutin selama lima tahun diasumsikan Rp17 juta untuk mobil bensin dan Rp12 juta untuk mobil listrik.

Halaman Selanjutnya

Pajak kendaraan juga perlu diperhitungkan. Biaya pajak mobil bensin diasumsikan Rp20 juta selama lima tahun. Untuk mobil listrik di Jakarta, simulasi mengasumsikan pembebasan pokok PKB sepanjang periode tersebut. Penerapannya tetap perlu disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.

Halaman Selanjutnya





Source link