Nasional

BRIN Bakal Uji Coba Dumakron dengan Drone untuk Atasi Karhutla di Kalimantan

×

BRIN Bakal Uji Coba Dumakron dengan Drone untuk Atasi Karhutla di Kalimantan

Sebarkan artikel ini


Selasa, 3 November 2026 – 16:45 WIB

Jakarta, VIVA – Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria mengatakan pemerintah akan menguji coba inovasi Dumakron dalam operasi modifikasi cuaca (OMC) di Kalimantan pada 5 November 2026. Teknologi ini akan digunakan sebagai salah satu upaya untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut.


img_title


BNPB Beberkan Penyebab Utama Karhutla di Klaten

Dumakron merupakan inovasi bahan semai berbentuk bubuk (powder) berukuran sangat halus yang dikembangkan BRIN untuk mendukung pelaksanaan OMC.

“Nah, tanggal 5 nanti besok eh di Kalimantan, kita akan coba gunakan dumakron ya, 2 mili mikron dengan menggunakan drone. Moga-moga itu juga efektif untuk bisa modifikasi cuaca,” kata dia kepada awak media di Istana Negara Jakarta, Selasa (3/11/2026).


img_title


Singapura Usut Karhutla, 5 Emiten Sinar Mas Kompak Buka Suara soal Pemanggilan Bos APP

Tak hanya itu saja, Arif juga menyebut bahwa pemerintah akan mencoba menggunakan singkong sebagai alternatif untuk mengatasi karhutla. Teknologi itu memanfaatkan campuran pati singkong dengan Ammonium Polyphosphate (APP).

Formulasi itu dikembangkan BRIN untuk mengatasi kebakaran di lahan gambut, di mana api dapat merambat di bawah permukaannya.


img_title


Terseret Pengusutan Karhutla, Indofood Angkat Bicara soal Kebakaran Hutan dan Panggilan Pemerintah Singapura

“Serta uji coba pemanfaatan singkong dan APP untuk bisa memadamkan api yang ada di dalam tanah, itu yang sekarang dilakukan,” jelas dia.

Selain menyiapkan uji coba Dumakron di Kalimantan, Arif juga menyampaikan perkembangan operasi modifikasi cuaca (OMC) di Sumatera Selatan. Dalam operasi tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama TNI Angkatan Udara (AU) telah menyebarkan sekitar 800 kilogram natrium klorida (NaCl) atau garam melalui pesawat Casa.

“Jadi, kemarin kami menggunakan Casa, pesawat Casa bersama TNI AU dan BMKG, dan kemudian eh kami melepaskan ya kurang lebih 800 kg NaCl. Jadi, kemarin ke Palembang sekaligus saya ingin melihat bahwa teknologi BRIN yang digunakan TNI AU berupa konsul-konsul yang digunakan Hercules juga berjalan dengan baik,” kata dia.

Sementara itu, upaya pemadaman kebakaran melalui metode water bombing di Sumatera Selatan telah dilakukan sebanyak 750 sorti atau penerbangan. Dalam operasi tersebut, petugas telah menggunakan sekitar 81 juta liter air.

“Jadi, di Sumatera Selatan itu, alhamdulillah kalau water bombing kan sudah dilakukan sebanyak 750 sorti ya, dan memanfaatkan air kurang lebih sekitar 81 juta liter,” kata dia.

Halaman Selanjutnya

Arif menambahkan, operasi modifikasi cuaca di Sumatera Selatan telah mencapai sekitar 120 sorti dengan total penggunaan 145.000 kilogram NaCl.

Halaman Selanjutnya





Source link