Jumat, 6 November 2026 – 15:24 WIB
Jakarta, VIVA – Pemerintah menyampaikan belasungkawa atas gugurnya tiga prajurit TNI Angkatan Darat (TNI AD) yang tengah menjalankan misi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Ketiganya meninggal dunia setelah helikopter TNI AD yang digunakan dalam operasi pemadaman mengalami kecelakaan.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan duka cita pemerintah atas kehilangan tiga personel TNI tersebut. Ia mengatakan para prajurit gugur ketika menjalankan tugas untuk membantu mengatasi kebakaran hutan dan lahan.
“Tiga prajurit kita yang gugur di dalam menjalankan tugas mengatasi kebakaran hutan dan lahan. Dalam kesempatan ini, izinkanlah kami menyampaikan belasungkawa,” kata Prasetyo dalam keterangan di Jakarta, Jumat, 6 November 2026.
Tiga personel TNI AD yang gugur dalam insiden tersebut adalah Letkol CPN (Anm.) Dudi Firmansyah, Kapten CPN (Anm.) Nurhafiz Akbar Rizki Hartio, dan Sertu (Anm.) Heri Prasetyo.
Ketiganya gugur dalam kecelakaan helikopter TNI AD saat menjalankan misi pemadaman karhutla di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu, 4 November 2026.
Prabowo Beri Perhatian kepada Keluarga Prajurit yang Gugur
Prasetyo menyampaikan Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian penuh terhadap para petugas yang terlibat dalam penanganan karhutla. Perhatian tersebut juga mencakup kesejahteraan keluarga yang ditinggalkan oleh para prajurit.
Menurut Prasetyo, Presiden telah memberikan arahan agar pemerintah memastikan keluarga, termasuk anak-anak para personel yang gugur, mendapatkan perhatian.
“Sesuai dengan petunjuk Bapak Presiden, kami diminta memberikan perhatian, termasuk kepada keluarga maupun kepada putra-putri saudara-saudara kita yang telah berjuang menjalankan tugasnya dengan penuh keikhlasan di tengah mara bahaya yang membutuhkan pengorbanan,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemerintah terus berupaya menangani kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah. Namun, proses pemadaman tersebut memiliki risiko tinggi bagi petugas yang bertugas langsung di lapangan.
Prasetyo juga mengapresiasi seluruh personel yang tetap menjalankan tugas di tengah kondisi berbahaya, termasuk prajurit TNI yang terlibat dalam operasi pemadaman melalui metode water bombing atau pengeboman air menggunakan helikopter.
Sebanyak 1.468 Titik Api Tersebar di Enam Provinsi
Halaman Selanjutnya
Penanganan karhutla masih menjadi perhatian pemerintah. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Kamis, 5 November 2026, terdapat sebanyak 1.468 titik api yang tersebar di enam provinsi.






