Nasional

Tak Cukup Rekor Kelompok Umur di IOAC 2026, Harlin E. Rahardjo Punya Target Lebih Besar

×

Tak Cukup Rekor Kelompok Umur di IOAC 2026, Harlin E. Rahardjo Punya Target Lebih Besar

Sebarkan artikel ini


Jumat, 6 November 2026 – 18:21 WIB

Jakarta, VIVA – Ketua Harian Pengurus Besar Akuatik Indonesia (PB Akuatik Indonesia), Harlin E. Rahardjo, berharap deretan rekor yang tercipta dalam Indonesia Open Aquatic Championship (IOAC) 2026 tidak berhenti sebagai pencapaian di level kelompok umur. Dia ingin prestasi para perenang muda menjadi modal untuk menembus persaingan yang lebih tinggi, termasuk di ajang internasional.


img_title


Adelia Chantika Pecahkan Rekor Nasional di IOAC 2026, SEA Games 2027 Jadi Target Berikutnya

Dalam wawancara di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Jumat (6/11/2026), Harlin mengapresiasi penyelenggaraan IOAC 2026 yang berjalan lancar. Dari sisi prestasi, dia juga menyoroti tujuh pemecahan rekor nasional yang menjadi salah satu catatan positif kejuaraan tersebut.

Menurut Harlin, capaian itu menunjukkan adanya perkembangan dari para atlet junior Indonesia. Namun, pekerjaan PB Akuatik Indonesia tidak berhenti setelah para perenang berhasil mencatatkan rekor baru di level kelompok umur.


img_title


Samuel Maxson Dapat Kesempatan Student-Athlete di Amerika, Siapkan Langkah Menuju Olimpiade 2028

Dia menilai para atlet masih perlu mengasah kemampuan melalui kompetisi yang lebih kompetitif, terutama dengan menghadapi perenang dari luar negeri.

Indonesia Open Aquatic Championship (IOAC) 2026

Photo :

  • Abdul Aziz Masindo/VIVA.co.id


img_title


Pecahkan Rekor di IOAC 2026, Samuel Maxson Bidik World Cup Beijing dan Olimpiade LA 2028

“Kita tidak ingin mereka cuma jago kandang. Mereka di sini sudah yang terbaik, tetapi di Asia Tenggara, Asia, bahkan dunia, mereka harus bersaing dengan perenang-perenang lain,” kata Harlin.

Harlin menegaskan, IOAC 2026 merupakan langkah positif dalam pembinaan atlet. Meski demikian, hasil kejuaraan tersebut harus ditindaklanjuti melalui program pengembangan yang lebih tinggi dan berkelanjutan.

Dia juga menyoroti pentingnya menjaga perkembangan atlet sejak usia muda. Harlin mencontohkan seorang perenang kelompok umur tiga (KU-3) berusia 15 tahun yang dinilainya memiliki potensi besar. Bakat seperti itu, menurut dia, harus dijaga agar tidak mengalami penurunan performa sebelum mencapai usia puncak.

Karena itu, Harlin meminta para pelatih menerapkan konsep Long Term Athlete Development (LTAD), yakni pembinaan atlet jangka panjang yang disesuaikan dengan tahapan usia dan perkembangan kemampuan.

Dia mengingatkan agar perenang muda tidak dipaksa menjalani pola latihan seperti atlet senior hanya demi mengejar prestasi dalam waktu singkat.

“Jangan sampai layu sebelum berkembang. Itu yang menjadi pekerjaan rumah bagi para pelatih. Kita harus bisa melakukan pembinaan secara berjenjang, terstruktur, dan berkesinambungan,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Harlin berpandangan, atlet renang membutuhkan proses panjang untuk mencapai performa terbaik. Dia menyebut usia di atas 18 tahun sebagai salah satu fase ketika seorang atlet mulai memasuki puncak performanya.

Halaman Selanjutnya





Source link