Rabu, 12 November 2025 – 15:18 WIB
Mali, VIVA – Konten kreator TikTok asal Mali bernama Mariam Cissie tewas dibunuh setelah diculik oleh kelompok bersenjata saat dirinya berada di pasar di Echel. Mariam Cissie dieksekusi dihadapan kerumunan warga di Tonka sehari setelah diculik kelompok tersebut.
Baca Juga :
“TikTokers muda bernama Mariam Cissé diculik oleh sekelompok pria bersenjata pada Jumat lalu ketika ia berada di pasar mingguan di Echel. Keesokan harinya, menjelang senja, orang-orang yang sama membawanya kembali ke Lapangan Kemerdekaan di Tonka dan mengeksekusinya di depan kerumunan warga,” kata wali kota Timbuktu, Yehia Tandina kepada The Associated Press.
Mariam Cissé, yang bukan anggota militer, diketahui kerap mengunggah foto dirinya mengenakan seragam militer kepada lebih dari 140.000 pengikutnya di TikTok. Hal ini yang diduga menarik perhatian kelompok bersenjata itu. Menurut wali kota Timbuktu, Cissé telah menerima ancaman pembunuhan beberapa hari sebelum diculik.
Tonka sendiri merupakan desa yang terletak di tepi Sungai Nigeria atau sekitar 145 kilometer dari Timbuktu. Wilayah ini diketahui menjadi area operasi kelompok yang berafiliasi dengan al-Qaeda, Jama’at Nusrat ul-Islam wa al-Muslimin (JNIM). Hingga kini belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut.
Kasus kematian Mariam Cisse ini menjadi perhatian serius terlebih peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya ancaman dari kelompok jihad bersenjata yang berafiliasi dengan al-Qaeda, yang kini semakin mendekati ibu kota Bamako. Junta militer Mali bersama sekutunya dari Rusia disebut tengah kesulitan menghadapi kelompok ekstremis yang telah menguasai sebagian besar wilayah di negara Sahel yang luas tersebut.
Baca Juga :
Sementara itu, Mali diketahui telah berjuang melawan kelompok bersenjata sejak tahun 2012, namun konflik tersebut terus meningkat selama lebih dari satu dekade terakhir. Bahkan militer Mali telah mengambil alih kekuasaan pada tahun 2020 dengan alasan untuk mengatasi situasi keamanan yang memburuk. Sayangnya setahun kemudian, kudeta lain kembali terjadi oleh perwira militer lain, alhasil kondisi keamanan justru makin memburuk, menurut laporan lembaga pemantau.
Kelompok bersenjata, terutama JNIM, kini menguasai sebagian besar wilayah pedesaan. Negara yang terkurung daratan ini juga sedang mengalami blokade bahan bakar yang dilakukan oleh kelompok tersebut. Seiring memburuknya situasi keamanan di Mali, pemerintah dari berbagai negara seperti Inggris, Amerika Serikat, Jerman, dan Prancis telah mengimbau warganya untuk segera meninggalkan Bamako.
Cara Beli Tiket Timnas Indonesia U-22 vs Mali, Harganya Cuma Rp50 Ribu
PSSI resmi umumkan harga tiket laga uji coba Timnas Indonesia U-22 vs Mali di Stadion Pakansari mulai Rp50 ribu. Pembelian tiket hanya bisa lewat platform resmi.
VIVA.co.id
10 November 2025






