Sabtu, 22 November 2025 – 17:01 WIB
Jakarta, VIVA – Polemik pengelolaan 41 dapur makan bergizi gratis (MBG) oleh anak dari Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Yasir Machmud, terus menjadi sorotan publik. Program yang dikelola Yayasan Yasika Group ini ramai menjadi perbincangan lantaran jumlah dapur yang dimiliki jauh di atas batas maksimal yang dianjurkan Badan Gizi Nasional (BGN), yakni 10 dapur MBG.
Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menghentikan operasional puluhan dapur tersebut.
“Ya enggaklah (dihentikan). Kan udah jalan, masa dihentikan? Nanti gimana anak-anak yang terima manfaat,” ujar Nanik di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 20 November 2025.
Nanik meminta agar masyarakat tidak lagi mempermasalahkan kasus serupa di Sulawesi Selatan karena program tersebut sudah berlangsung lama. Ia menyebut anak-anak menerima manfaat nyata dari keberadaan dapur MBG tersebut.
BGN juga memastikan bakal memperketat proses pendaftaran yayasan mitra penyelenggara program.
“Enggak (masuk Peraturan Presiden). Nanti masuk di juknis aja mungkin, ya,” Tambahnya Nanik.
Anak Yasir Machmud Kelola 41 Dapur MBG
Publik menyoroti Yasika Aulia Ramadhani, putri sulung Yasir Machmud yang baru berusia 20 tahun, karena mengelola total 41 dapur MBG atau SPPG. Dapur tersebut tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Sulsel, yakni:
- 16 lokasi di Kota Makassar
- 3 dapur di Kota Parepare
- 2 dapur di Kabupaten Gowa
- 10 dapur di Kabupaten Bone
- 3 dapur tambahan yang masih dalam proses pembangunan
Yasika diketahui menjabat sebagai pembina Yayasan Yasika Group, yang membawahi sejumlah yayasan pengelola dapur MBG.
BGN Sebut SPPG yang Dibangun Mandiri sebagai Investasi
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyebut pembangunan dapur MBG yang tidak menggunakan APBN merupakan bentuk investasi dalam program sosial.
“Itu kan bukan uang negara, itu investasi. Jadi siapapun yang mampu membangun, dipersilakan,” kata Dadan pada Rabu, 19 November 2025.
Ia menegaskan satu yayasan diizinkan memiliki maksimal 10 dapur MBG dalam satu provinsi, dan lima dapur di provinsi berbeda. Dadan menyebut semua pengajuan dilakukan berbasis sistem online sehingga ia mengklaim tidak mengetahui siapa pemohon yang masuk.
Ia menambahkan bahwa dirinya “tidak kenal dan tidak mengetahui” pihak yang mengajukan pembukaan SPPG, termasuk Yasika.
Halaman Selanjutnya
Profil Yasir Machmud






