Rabu, 30 September 2026 – 02:05 WIB
VIVA – Kebutuhan warga di tengah situasi yang tidak mudah tidak hanya berkaitan dengan makanan. Anak-anak juga membutuhkan ruang untuk bermain dan berinteraksi, sementara masyarakat lainnya tetap memerlukan akses terhadap layanan kesehatan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam rangkaian kegiatan di Desa Nangadhero dan Desa Marapokot, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 22–24 September 2026.
Sejumlah bantuan diberikan secara langsung kepada masyarakat, mulai dari makanan siap santap hingga pemeriksaan kesehatan. Anak-anak juga mendapatkan kegiatan psikososial yang dirancang untuk memberikan ruang bermain dan interaksi di tengah kondisi yang mereka hadapi.
Di Desa Nangadhero, sekitar 35 kepala keluarga (KK) yang berada di pengungsian tenda dan masyarakat sekitar menerima 250 porsi makanan. Menu yang dibagikan antara lain nasi, ayam tumis, sayur kacang panjang dan jagung manis, semangka, serta air minum.
Chairman PT Etos Kreatif Indonesia, Mukit Hendrayatno, mengatakan kehadiran mereka tidak sekadar untuk menyerahkan bantuan, tetapi juga melihat kondisi masyarakat secara langsung.
“Kami datang bukan hanya membawa makanan, tetapi ingin memastikan masyarakat tahu bahwa mereka tidak sendiri. Kami ingin hadir, melihat langsung, menyapa, dan berbagi apa yang kami bisa. Semoga apa yang kami bawa hari ini bisa sedikit meringankan kebutuhan warga,” ujar Mukit dalam keterangannya, dikutip Rabu 30 September 2026.
![]()
Selain kebutuhan pangan, perhatian juga diarahkan kepada anak-anak. Sebanyak 125 anak usia TK dan SD, termasuk anak-anak TPQ dan masyarakat sekitar, mengikuti kegiatan psikososial.
Kegiatan tersebut dikemas melalui permainan, ice breaking, sosialisasi, makan bubur bersama, serta pemberian makanan tambahan berupa roti, susu, dan buah-buahan.
Ketua Yayasan Rintisan Amal Bunda, Anita Ratna Faoziyah, mengatakan pendampingan diperlukan agar anak-anak tetap memiliki ruang untuk berekspresi dan mendapatkan perhatian.
“Anak-anak juga perlu merasa diperhatikan dan didengar. Karena itu, kami ingin mereka punya ruang untuk bermain, tertawa, dan merasakan bahwa di tengah situasi yang mereka hadapi, masih ada orang-orang yang peduli dan ingin menemani mereka,” pungkasnya.
Sementara itu, kebutuhan kesehatan warga menjadi perhatian dalam kegiatan di Desa Marapokot. Layanan kesehatan gratis diberikan kepada anak-anak, orang dewasa hingga lansia dengan target sekitar 80–100 penerima manfaat.
Halaman Selanjutnya
Bekerja sama dengan Puskesmas Nagekeo, warga dapat menjalani pemeriksaan tekanan darah, gula darah, asam urat, dan kolesterol. Pemeriksaan tersebut juga disertai layanan pengobatan serta pemberian obat sesuai kebutuhan.






