Selasa, 3 November 2026 – 02:02 WIB
Jakarta, VIVA – Pemanfaatan AI dalam dunia pendidikan membuka peluang bagi guru untuk mengembangkan cara mengajar yang lebih kreatif. Jika sebelumnya guru harus menyiapkan banyak materi secara manual, kini teknologi AI dapat membantu menghasilkan ide aktivitas kelas, menyusun latihan, hingga menawarkan pendekatan berbeda untuk menjelaskan konsep yang sulit dipahami siswa.
Perubahan ini bukan berarti AI akan menggantikan peran guru. Sebaliknya, teknologi tersebut dapat menjadi alat bantu agar pendidik memiliki lebih banyak kesempatan untuk mencoba metode pembelajaran, mengevaluasi hasilnya, dan memahami kebutuhan peserta didik.
AI Membantu Guru Mencoba Metode Pembelajaran Baru
Salah satu tantangan dalam mengajar adalah menemukan pendekatan yang sesuai untuk siswa dengan kemampuan dan gaya belajar berbeda. Penjelasan yang mudah dipahami seorang siswa belum tentu efektif bagi siswa lainnya.
AI generatif dapat membantu guru mengembangkan beberapa alternatif materi dari satu topik. Sebagai contoh, pelajaran sains dapat dikemas menjadi cerita sederhana, kuis interaktif, simulasi berbasis teks, atau studi kasus yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Guru juga bisa meminta AI menyusun pertanyaan dengan tingkat kesulitan berbeda. Dengan demikian, siswa yang masih membutuhkan penguatan dapat berlatih dari konsep dasar, sementara siswa yang lebih cepat memahami materi bisa memperoleh tantangan tambahan.
Meski demikian, hasil yang dibuat AI tetap perlu diperiksa. Guru harus memastikan materi sesuai kurikulum, akurat, dan cocok dengan usia peserta didik.
Eksperimen Belajar Tidak Harus Berarti Menggunakan Teknologi Terus-Menerus
Ruang untuk bereksperimen bukan sekadar memasukkan chatbot ke setiap kegiatan kelas. Guru dapat menggunakan AI pada tahap perencanaan, kemudian menerapkan hasilnya melalui diskusi kelompok, eksperimen langsung, permainan edukatif, atau kegiatan membaca.
Misalnya, guru meminta AI menghasilkan tiga skenario pembelajaran tentang perubahan iklim. Setelah memeriksa ketepatan informasinya, guru dapat memilih satu skenario untuk diskusi dan mengajak siswa membandingkan solusi yang mereka temukan.
Pendekatan seperti ini membuat teknologi berfungsi sebagai pendukung proses belajar, bukan pusat seluruh aktivitas. Interaksi antarsiswa, pertanyaan spontan, dan pendampingan guru tetap menjadi bagian penting dalam pembelajaran.
Halaman Selanjutnya
Laporan Departemen Pendidikan Amerika Serikat, dikutip VIVA Selasa, (03/11/2026), mengenai AI dan masa depan pengajaran juga menekankan pentingnya melibatkan pendidik dalam pengembangan serta penerapan teknologi pendidikan. AI sebaiknya mendukung keputusan profesional guru, bukan mengambil alih pertimbangan mereka.






