Rabu, 28 Oktober 2026 – 12:39 WIB
Jakarta, VIVA – Bank Mandiri mengungkapkan sejumlah pertimbangan di balik pemberian fasilitas kredit senilai Rp40 triliun kepada PT Jhonlin Baratama, perusahaan yang terafiliasi dengan pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam.
Bank menyebut nilai agunan yang disiapkan lebih besar daripada fasilitas kredit, dengan rasio cakupan jaminan atau Collateral Coverage Ratio (CCR) tetap berada di level 150%.
Hal itu disampaikan Senior Vice President Bank Mandiri, Adhika Vista, dalam jawaban atas permintaan penjelasan yang disampaikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI).
Dalam keterangannya, Bank Mandiri menjelaskan bahwa fasilitas pinjaman tersebut dijamin dengan aset tetap dan aset non-tetap.
Agunan itu mencakup saham perusahaan terafiliasi, termasuk PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), serta rekening perusahaan.
Bank menyatakan pengikatan aset sebagai jaminan kredit telah dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk aturan mengenai status kepemilikan aset yang dijaminkan.
“Fasilitas pinjaman tersebut dijamin dengan agunan fixed asset dan non fixed asset termasuk namun tidak terbatas pada saham (termasuk saham JARR dan PGUN yang merupakan afiliasi dari PT Jhonlin Baratama) serta rekening Perusahaan,” demikian keterangan Adhika Vista dalam keterbukaan informasi BEI, dikutip Rabu (28/10/2026).
Bank Mandiri Klaim Rasio Agunan Terjaga 150%
Salah satu pertimbangan yang dijelaskan Bank Mandiri adalah nilai keseluruhan agunan yang disebut lebih besar daripada fasilitas kredit yang diberikan kepada PT Jhonlin Baratama.
Bank pelat merah itu juga menyatakan telah memperhitungkan pergerakan harga saham JARR dan PGUN dalam mengukur kecukupan jaminan.
Dengan menggunakan harga terendah intraday kedua saham tersebut selama satu bulan terakhir, bank menyebut rasio cakupan agunan masih berada di level 150%.
“Total agunan kredit yang dijaminkan lebih besar dari fasilitas kredit yang diberikan dan telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan memperhitungkan harga terendah intraday saham JARR dan PGUN dalam 1 bulan terakhir, maka total Collateral Coverage Ratio masih terjaga di level 150%,” kata Adhika.
Rasio tersebut menjadi salah satu indikator yang digunakan bank untuk menilai kecukupan nilai agunan terhadap fasilitas kredit.
Halaman Selanjutnya
Namun, nilai saham sebagai jaminan tetap dapat berubah mengikuti pergerakan harga di pasar.






