Jumat, 12 Juni 2026 – 13:26 WIB
Jakarta, VIVA – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan pemerintah akan melakukan penataan ulang secara menyeluruh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk mengevaluasi rencana penggunaan motor listrik yang sebelumnya digadang-gadang menjadi salah satu pendukung operasional program tersebut.
Tak hanya soal motor listrik, pemerintah juga akan mengkaji kembali berbagai aspek pelaksanaan MBG mulai dari sasaran penerima manfaat, insentif bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hingga kebutuhan anggaran program yang pada 2026 telah ditetapkan mencapai Rp268 triliun.
Pernyataan tersebut disampaikan Prasetyo usai menghadiri rapat Peningkatan Kualitas Layanan MBG dan SPPG Terpencil di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Kamis, 11 Juni 2026.
Menurut Prasetyo, seluruh komponen yang berkaitan dengan pelaksanaan MBG saat ini sedang menjadi bagian dari proses evaluasi dan penataan ulang yang dilakukan pemerintah.
“Semua nanti akan kita lihat. Tidak hanya masalah motor, yang lain-lain juga semua kita lihat,” kata Prasetyo saat menjawab pertanyaan mengenai nasib motor listrik yang sebelumnya direncanakan untuk mendukung operasional program MBG.
Motor Listrik Masuk Objek Penataan Ulang
Pernyataan Prasetyo menjadi sinyal bahwa rencana pengadaan maupun pemanfaatan motor listrik dalam ekosistem MBG tidak luput dari evaluasi pemerintah.
Sebelumnya, motor listrik sempat menjadi salah satu program yang dikaitkan dengan dukungan operasional distribusi MBG pada masa kepemimpinan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) sebelumnya, Dadan Hindayana.
Namun kini, pemerintah memastikan seluruh komponen program akan ditinjau ulang untuk memastikan efektivitas penggunaan anggaran dan ketepatan sasaran program.
Prasetyo menegaskan tidak ada satu pun komponen yang dikecualikan dari proses evaluasi tersebut. Pemerintah ingin memastikan setiap kebijakan yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat maksimal kepada masyarakat yang menjadi target program.
Insentif Rp6 Juta untuk Dapur MBG Ikut Dievaluasi
Selain motor listrik, pemerintah juga membuka peluang untuk mengkaji kembali skema insentif bagi SPPG atau dapur MBG yang selama ini mendapat perhatian publik.
Saat ditanya mengenai kemungkinan evaluasi terhadap insentif sebesar Rp6 juta per hari bagi SPPG, Prasetyo menegaskan bahwa aspek tersebut juga masuk dalam penataan ulang yang sedang dilakukan.
Halaman Selanjutnya
“Semua, semua,” ujarnya singkat.






