Jumat, 30 Oktober 2026 – 03:32 WIB
Jakarta, VIVA – Annie Areeya akhirnya memberikan pernyataan terkait isu dugaan kehamilan yang menyeret nama influencer Malaysia, Aisar Khaled. Di tengah munculnya penjelasan dari Annie, keberadaan Aisar justru masih menjadi tanda tanya karena ia belum muncul ke publik ataupun kembali aktif di media sosial sejak September 2026.
Unggahan terakhir Aisar di Instagram tercatat pada 15 September 2026. Hingga Jumat (30/10/2026), belum terlihat aktivitas terbaru dari akun tersebut. Kondisi ini membuat perhatian publik tertuju pada sosok Aisar, terlebih setelah namanya dikaitkan dengan dugaan penipuan dan isu kehamilan yang disampaikan Annie.
Annie Areeya Tegaskan Persoalan Sudah Diselesaikan
Melalui pernyataan yang diunggah di akun Instagram @annieareeyaa, Annie menjelaskan bahwa persoalan yang ramai dibicarakan sebenarnya terjadi beberapa bulan lalu. Ia mengaku telah menyelesaikan masalah tersebut dan kini ingin melanjutkan kehidupannya tanpa terus terseret perdebatan di media sosial.
Annie juga mengakui bahwa dirinya memiliki tanggung jawab atas kejadian tersebut. Ia menyebut tidak ingin terus menerima tekanan dari publik, terutama terkait desakan agar dirinya pergi ke rumah sakit saat persoalan itu terjadi.
“Ini terjadi beberapa bulan lalu dan ya, saya sudah menyelesaikan semuanya. Saya minta maaf harus mengatakan ini, tetapi saya tidak pernah ingin terus-menerus ditekan setiap hari untuk pergi ke rumah sakit saat itu. Saya mengakui bahwa saya juga bersalah dan bertanggung jawab atas bagian saya dalam kejadian tersebut,” ungkapnya yang dikutip dari Instagram, Jumat (30/10/26).
Mengaku Punya Bukti Pendukung, Annie Tak Ingin Membukanya
Selain menjelaskan kronologi secara umum, Annie turut menanggapi permintaan warganet yang menginginkan bukti atas klaimnya. Ia menyatakan memiliki dokumen yang berkaitan dengan persoalan tersebut dan mengaku pernah membagikannya kepada pihak lain yang terlibat.
Meski demikian, Annie memilih tidak mengunggah dokumen tersebut ke ruang publik. Ia meminta agar keputusannya untuk menjaga privasi dihormati.
“Tolong jangan meminta bukti kepada saya. Saya memiliki semuanya, termasuk seluruh dokumen yang relevan, dan pihak lainnya juga sudah melihatnya karena saya membagikannya setiap kali. Saya akan menghargai jika semua orang menghormati keputusan saya untuk tidak mengungkapkan apa pun di sini lagi,” katanya.
Halaman Selanjutnya
Annie juga menyampaikan keberatan apabila persoalan yang dialaminya dijadikan bahan konten dan menyeret anak-anak. Ia menegaskan tidak ingin kejadian tersebut diceritakan secara keliru atau diputarbalikkan.






