Kamis, 24 September 2026 – 07:40 WIB
VIVA –Presiden Iran, Masoud Pezeshkian terlihat hadir dalam Sidang Umum PBB di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat Rabu 23 September waktu setempat. Dalam sidang tersebut, Pezeshkian menyinggung terkait dengan konflik yang terjadi di Iran selama tujuh bulan ke belakang.
Salah satu pidatonya yang disorot adalah saat Pezeshkian membantah pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut Iran sebagai negara yang mendukung terorisme.
“Trump mengatakan kemarin bahwa kami adalah teroris. Kami bukan teroris, kami adalah korban terorisme,” kata Pezeshkian dikutip dari laman Anadolu Agency, Kamis 24 September 2026.
Pernyataan itu merujuk pada pidato Trump sehari sebelumnya. Dalam pidatonya, Trump menyebut Iran sebagai pendukung teror nomor satu.
Pezeshkian mengatakan pemimpin Iran telah dibunuh tanpa alasan apa pun. Pernyataan tersebut merujuk pada serangan militer AS dan Israel terhadap Iran yang dimulai awal tahun ini.
Ia juga menuduh Israel menyerang kawasan permukiman di berbagai kota dan provinsi di Iran serta melakukan pembunuhan terhadap sejumlah orang. Pezeshkian menyebut tindakan tersebut sebagai perilaku teroris yang sebenarnya.
“Rakyat Iran telah mempertahankan negaranya selama tujuh bulan terakhir,” kata Pezeshkian.
Setelah menyepakati gencatan senjata yang dimediasi Pakistan pada April, AS dan Iran menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) Islamabad pada Juni. Kesepakatan tersebut memberi waktu 60 hari kepada kedua pihak untuk membahas perjanjian jangka panjang.
Namun, kedua negara kemudian kembali saling menyerang. AS juga memberlakukan kembali blokade militernya terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, sementara Teheran menutup Selat Hormuz.
Presiden Iran Tegaskan Tak Akan Menyerah pada Tekanan AS, Soroti Ketidakadilan terhadap Negaranya
Presiden Iran menyebut negaranya masih terbuka untuk berdialog dan berunding dengan Amerika Serikat. Namun kata dia, Iran tidak akan tidak akan menyerah pada tekanan AS
VIVA.co.id
24 September 2026






