Nasional

Bursa Asia Berdarah-darah Akibat Investor Pesimis The Fed Tak Akan Pangkas Suku Bunga

×

Bursa Asia Berdarah-darah Akibat Investor Pesimis The Fed Tak Akan Pangkas Suku Bunga

Sebarkan artikel ini


Jumat, 21 November 2025 – 09:17 WIB

Jakarta, VIVA – Bursa Asia-Pasifik rontok pada pembukaan perdagangan Jumat, 21 November 2025. Penurunan indeks acuan di kawasan Asia tertekan koreksi tajam saham SoftBank lebih dari 10 persen.

Baca Juga :


Dibuka Menghijau, IHSG Bakal Lanjut Menguat Usai Penahanan BI Rate Sesuai Ekspektasi

Saham SoftBank anjlok menyusul kerugian saham teknologi di bursa Amerika Serikat (AS) melemah akibat pudarnya harapan investo terhadap pemangkasan suku bunga acuab oleh Federal Reserve (The Fed) pada pertemuan bulam Desember 2025 mendatang.

Data ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan memicu keraguan bank sentral akan menurunkan suku bunga acuannya. Para investor memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga sebesar seperempat poin pada bulan depan sekitar 40 persen, menurut CME FedWatch Tool.

Baca Juga :


Bursa Asia Bangkit Seiring Kembalinya Kepercayaan Investor terhadap Saham Teknologi dan AI

Saham Oracle dan  Advanced Micro Devices Incs menjadi emiten kecerdasan buatan (AI) yang mengalami penurunan drastis. Saham produsen chip milik Jensen Huang, Nvidia, ditutup turun hampir 3 persen.

Ilustrasi saham Asia merosot.

Baca Juga :


IHSG Diproyeksi Naik Lagi, Analis Jagokan 5 Rekomendasi Saham Potensial Cuan Ini

Di bursa Jepang, saham teknologi turut mengalami penurunan. Saham Advantest anjlok 9 persen, saham Tokyo Electron tergerus hampir 6 persen, saham Lasertec kehilangan sekitar 5 persen, dan saham Renesas Electron terkoreksi 1,95 persen.

Saham di bursa Korea Selatan juga berdarah-darah. Saham-saham unggulan seperti, Samsung Electronics dan SK Hynix mencatat koreksi masing-masing 4 persen dan 9 persen.

Dikutip dari CNBC Internasional, indeks acuan Jepang, Nikkei 225, merosot 1,57 persen. Sementara indeks Topix melemah 0,72 persen.

Di Korea Selatan, indeks Kospi kehilangan 4,09 persen. Indeks Kosdaq yang terdiri dari saham-saham berkapitalisasi kecil menyusut 3,01 persen.

Indeks S&P/ASX 200 Australia  turun 1,3 persen. Indeks berjangka Hang Seng Hong Kong berada terjungkal ke level 25.460 dari 25.835,57.

Semalam di Wall Street, Nasdaq Composite turun 2,16 persen setelah naik 2,6 persen. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,84 persen sedangkan indeks  S&P 500  merosot 1,56 persen.

Ilustrasi mata uang Rupiah.

Rupiah Melemah Usai BI Tahan Suku Bunga Acuan di 4,75 Persen

Hingga pukul 09.02 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 16.745 per dolar AS. Posisi itu melemah 37 poin atau 0,22 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 16.708 per dolar AS

img_title

VIVA.co.id

20 November 2025





Source link