Nasional

Bursa Asia Bergejolak saat Pasar Berharap Shutdown AS Berakhir

×

Bursa Asia Bergejolak saat Pasar Berharap Shutdown AS Berakhir

Sebarkan artikel ini


Rabu, 12 November 2025 – 08:49 WIB

VIVA – Mayoritas indeks acuan di bursa Asia-Pasifik menguat pada pembukaan perdagangan hari ini, Rabu, 11 November 2025. Ini seiring berkembangkan harapan pasar soal penutupan pemerintah (government shutdown) oleh Amerika Serikat (AS) segera berakhir. 

Baca Juga :


Shutdown AS Berlangsung Lebih dari 40 Hari, Mungkinkah Berakhir Dalam Waktu Dekat? 

Selain shutdown AS, tersendatnya saham-saham kecerdasan buatan (AI) turut menjadi sentimen yang memengaruhi pasar. Saham SoftBank Group anjlok lebih dari 7 persen setelah perusahaan tersebut menyatakan telah menjual seluruh sahamnya di produsen chip AS, Nvidia, senilai US$5,83 miliar.

Dalam laporan pendapatannya,SoftBank telah menjual 32,1 juta saham Nvidia pada bulan Oktober 2025 dan juga memangkas kepemikiha saham di T-Mobile dan dana yang terkumpul dari aksi jual mencapai US$9,17 miliar. Raksasa Jepang ini menyampaikan untuk mengalihkak investasinya ke pemilik ChatGPT, OpenAI.

Baca Juga :


Bursa Asia Menguat Usai Wall Street Reli, Harapan Shutdown AS Berakhir Buat Investor Optimistis

Dikutip dari CNBC Internasional pada Rabu, 12 November 2025, indeks acuan Jepang, Nikkei 225, melemah 0,26 persen. Sedangkan, indesk Topix naik 0,35 persen.

Ilustrasi Saham Meta Cetak Rekor Tertinggi

Baca Juga :


AI Tak Bisa Lagi Liar! Akan Diatur Lewat Perpres

Indeks acuan Korea Selatan, Kospi, dibuka datar. Indeks Kosdaq yang terdiri dari saham-saham berkapitalisasi kecil melonjak 0,62 persen.

Di Australia, indeks S&P/ASX 200 meningkat 0,13 persen. Kontrak Berjangka untuk Indeks Hang Seng Hong Kong diperdagangkan lebih tinggi di level 26.865 dari sebelumnya 26.696,41.

Wall Street menujukkan penutupan beragam. Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) menguat ke rekor penutupan baru sementara Nasdaq Composite melemah karena investor mengalihkan dana dari saham teknologi ke sektor lain yang diperdagangkan dengan valuasi lebih rendah.

Indeks DJIA naik 559,33 poin atau 1,18 persen dan ditutup pada level 47.927,96. Penguata ditopanga aksi borong para pelaku pasar di Wall Street membeli saham berbagai perusahaan blue-chip, termasuk raksasa layanan kesehatan Merck, Amgen dan Johnson & Johnson.

Indeks S&P 500 melesat 0,21 persen menjadi 6.846,61. Namun, indeks sarat saham teknologi terkoreksi 0,25 persen dan ditutup pada level 23.468,30.

Teknologi kecerdasan buatan (AI) meniru cara kerja otak manusia.

Generative Fraud Ancam Industri, termasuk Sektor Kesehatan

Kehadiran teknologi kecerdasan buatan (AI) menuntut cara baru dalam membangun kepercayaan digital.

img_title

VIVA.co.id

11 November 2025





Source link