Nasional

Demi Mimpi Jadi Atlet Dunia, Pebulutangkis Putri Bertarung di Kudus

×

Demi Mimpi Jadi Atlet Dunia, Pebulutangkis Putri Bertarung di Kudus

Sebarkan artikel ini


Kamis, 10 September 2026 – 22:43 WIB

VIVA – Persaingan para pebulutangkis muda putri semakin ketat pada hari kedua Audisi Umum PB Djarum Kudus 2026 di GOR Jati, Kudus, Jawa Tengah, Kamis, 10 September 2026.


img_title


Kevin Sanjaya Turun Gunung, 1.601 Bibit Muda Berebut Tiket PB Djarum

Para peserta terus berjuang melewati setiap tahapan seleksi demi mendapatkan Super Tiket yang menjadi jalan untuk melanjutkan perjuangan menjadi bagian dari PB Djarum.

Legenda PB Djarum yang juga anggota Tim Pencari Bakat Audisi Umum Bulutangkis 2026, Yuni Kartika, melihat sejumlah potensi menjanjikan dari peserta putri tahun ini.


img_title


Indonesia Berjaya di China Masters, 3 Wakil Melenggang ke Babak 16 Besar

Meski jumlah peserta putri tidak sebanyak sektor putra, Yuni menilai kualitas yang ditampilkan cukup menggembirakan. Tim Pencari Bakat pun dituntut lebih jeli dalam melihat potensi para peserta.

“Secara jumlah, atlet putri memang lebih sedikit dibandingkan peserta audisi putra. Maka kami benar-benar harus pintar memperhatikan para atlet yang memiliki potensi. Tapi walaupun jumlahnya sedikit, bukan berarti kualitasnya juga tidak baik,” kata Yuni.


img_title


Jonatan Christie, Sang Pebulutangkis Nomor 1 Dunia dari Indonesia Hancurkan Jagoan Malaysia

Menurut Yuni, kemampuan teknik dasar para peserta relatif baik. Ia juga melihat potensi besar dari peserta usia paling muda, khususnya kelompok U-11.

“Kami melihat satu hal, untuk teknik dasar rata-rata relatif banyak yang sudah baik. Kemudian, penyebaran asal peserta juga cukup merata dan kalau melihat potensi, cukup menggembirakan karena untuk usia paling bawahnya itu (U-11), banyak yang menjanjikan,” ujarnya.

Namun, penilaian tidak berhenti pada kemampuan di lapangan. Peserta yang melaju ke tahap karantina nantinya juga akan dinilai dari aspek fisik dan mental.

Salah satu peserta yang menunjukkan perjuangan untuk menembus seleksi adalah Fiendiziya Gwen Fernandes. Atlet asal Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, itu bahkan rela pindah ke Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, agar bisa menjalani latihan lebih intensif.

Kerja keras Gwen mulai membuahkan hasil. Turun di kategori U-11 putri, ia berhasil melewati tahap screening setelah mengalahkan Aishya Azzalea asal Kabupaten Kendal dengan skor 21-8.

“Aku mau ikut PB Djarum karena PB Djarum itu salah satu klub besar yang sering juara di turnamen-turnamen. Terus aku juga mau ikut pertandingan internasional dan berprestasi seperti atlet-atlet PB Djarum,” ujar Gwen.

Halaman Selanjutnya

Bagi Gwen, Audisi Umum tahun ini merupakan pengalaman pertamanya. Ia mengaku sempat grogi karena harus menghadapi lawan yang cukup berat.

Halaman Selanjutnya





Source link