Rabu, 2 September 2026 – 01:23 WIB
VIVA – Sebuah video beredar memberikan informasi mengenai adanya grup Whatsapp, diduga berisi anak sekolah yang memuat percakapan LGBT. Hal ini diketahui usai salah satu orang tua siswa yang diduga tak sengaja diundang ke dalam grup.
Salah satu orang tua siswa, Yuda Fajrin mengatakan, grup tersebut diketahui memiliki nama ‘Add people as much as you can’ dan di dalamnya ada beberapa siswa salah satu sekolah swasta.
“Intinya singkat ceritanya ada anaknya temenku itu ke-invite ke grup itu. Karena sesuai dengan nama grupnya ‘Add people as much as you can’, dia main asal invite yang ke-invite Bapaknya. Alhasil Bapaknya jadi ngebaca percakapan di dalam grup itu,” ungkap Yuda, dalam keterangannya, Selasa 1 September 2026.
Sementara itu diketahui bahwa terdapat percakapan tentang LGBT yang memuat voting gay atau lesbian.
“Nah mostly percakapannya ini tentang ada sedikit kirim-kiriman stiker, habis itu ada pembahasan tentang LGBT termasuk juga ada voting pertanyaan ‘Are you gay, lesbian, straight or others?’ Intinya seperti itu,” jelasnya.
“Nah ini moga dicek yang udah pegang WA anaknya hati-hati karena grupnya lagi coba mau diinvestigasi. Takutnya ini sebenarnya antara grup liberal LGBT gitu atau grup yang sifatnya endingnya bisa jadi nanti pedofilia, enggak ada yang tahu. Jadi lagi pengen coba diinvestigasi. Coba tolong dicek,” lanjutnya.
Menanggapi hal ini, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, saat ini tim Direktorat Reserse Siber dan Direktorat Reserse PPA-PPO Polda Metro Jaya sedang melakukan penyelidikan terkait informasi tersebut.
“Sebagai langkah pencegahan, Polda Metro Jaya juga akan berkoordinasi dengan pihak sekolah serta memberikan edukasi kepada para siswa mengenai bahaya penyebaran konten pornografi, pergaulan berisiko, dan penggunaan media sosial secara aman serta bertanggung jawab,” ucap Budi, kepada wartawan, Selasa 1 September 2026.
Laporan: tvOnenews/AR Safira
Siapkan RUU, MUI Usul Istilah LGBT Diganti LGSP
Atas dasar itu, MUI memilih menggunakan istilah LGSP, yakni Lesbi, Gay, Sodomi, dan Pencabulan. Menurutnya, penggunaan istilah tersebut dimaksudkan agar masyarakat memaha
VIVA.co.id
31 Juli 2026






