Nasional

Gus Ipul Terima Usulan Pembangunan 2 Sekolah Rakyat di Papua Tengah, Mensos Prioritaskan Wilayah 3T

×

Gus Ipul Terima Usulan Pembangunan 2 Sekolah Rakyat di Papua Tengah, Mensos Prioritaskan Wilayah 3T

Sebarkan artikel ini


Selasa, 3 November 2026 – 11:27 WIB

Jakarta, VIVA – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) menjadi prioritas pembangunan Sekolah Rakyat.


img_title


Wamensos Agus Jabo Terima Usulan Pemprov Papua Pegunungan soal Pembangunan Sekolah Rakyat, Ada 4 Titik

Program tersebut merupakan upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di berbagai daerah.

Hal itu disampaikan Gus Ipul saat menerima kunjungan Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa di Kantor Kementerian Sosial (Kemensos), Jakarta, Senin (2/11/2026).


img_title


Kemensos Salurkan 5.000 Paket Sembako di Sulsel untuk Peringati Setahun Sekolah Rakyat

“Untuk Pak Gubernur, kita harus bantu, yang bisa sesuai tugas kami, ini program strategis Bapak Presiden, daerah 3T itu kita prioritaskan,” kata Gus Ipul.

Pembangunan Sekolah Rakyat di wilayah 3T sejalan dengan target pemerintah untuk menghadirkan sedikitnya satu gedung sekolah permanen di setiap kabupaten/kota.


img_title


Connect.in-Spirasi Telkom Buka Cakrawala Digital Siswa Sekolah Rakyat Kulon Progo

Setiap sekolah dirancang memiliki kapasitas sekitar 2.000 siswa. Fasilitas pendidikan tersebut akan mencakup jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA).

Gus Ipul menjelaskan, cakupan penerimaan siswa akan menyesuaikan status kepemilikan sekolah. Sekolah yang dibangun di atas lahan pemerintah provinsi dapat menampung siswa dari berbagai kabupaten/kota, sedangkan sekolah milik pemerintah kabupaten diprioritaskan bagi warga setempat.

“Kalau (milik) provinsi yang sekolah di situ, dari berbagai kabupaten/kota bisa diambil. Tapi kalau yang milik kabupaten, hanya untuk warga kabupaten setempat,” jelasnya.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa mengajukan dua lokasi pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kabupaten Nabire.

Kedua lokasi itu disiapkan di atas lahan milik Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan Pemerintah Kabupaten Nabire.

“Jadi di Nabire itu dua (titik) Pak. Bupati Nabire siapkan 10 hektare, sementara provinsi siapkan 9 hektare,” kata Meki.

Meki menilai kehadiran Sekolah Rakyat di Nabire dapat menjadi salah satu langkah untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui akses pendidikan yang lebih luas.

Dia juga mengapresiasi Kemensos atas pelaksanaan program Sekolah Rakyat yang telah berjalan di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Merespons usulan tersebut, Gus Ipul meminta Pemerintah Provinsi Papua Tengah segera melengkapi persyaratan administrasi dan teknis agar rencana pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Nabire dapat diproses.

Halaman Selanjutnya

“Kirim surat, diajukan, syaratnya dipenuhi. Nanti yang pertama itu tingkat kemiringannya harus clear, yang kedua dukungan air bersihnya siap, listriknya siap, jalan ke arah situ siap. Pokoknya syarat-syaratnya ada nanti dari Kementerian PU. Kita kawal, kita dampingi ini,” tutup Gus Ipul.

Halaman Selanjutnya





Source link