Nasional

IHSG Berbalik Arah, Sempat Menguat 1% Kini Ambruk 0,75% ke Level 6.200-an

×

IHSG Berbalik Arah, Sempat Menguat 1% Kini Ambruk 0,75% ke Level 6.200-an

Sebarkan artikel ini


Rabu, 7 Oktober 2026 – 18:15 WIB

Jakarta, VIVA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus mengakhiri perdagangan Rabu, 7 Oktober 2026, di zona merah. IHSG berbalik arah setelah sempat mencatat penguatan lebih dari 1 persen pada awal perdagangan.


img_title


Haji Isam Tambah Porsi Saham BYAN dari Low Tuck Kwong, Totalnya Borong 10,08 Miliar Lembar

IHSG ditutup turun 0,75 persen atau 46,20 poin ke level 6.200-an. Pelemahan tersebut menunjukkan tekanan jual yang semakin kuat hingga akhir sesi perdagangan.

Pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini cukup dinamis. Indeks sempat menguat signifikan pada awal perdagangan, namun penguatan tersebut tidak mampu dipertahankan hingga penutupan.


img_title


Rupiah Perkasa ke Rp17.866 per Dolar AS, Ada Kabar Baik dari The Fed

Tekanan terhadap sejumlah saham berkapitalisasi besar turut membuat indeks berakhir melemah.

Transaksi Saham Tembus Rp36,2 Triliun


img_title


IHSG Kembali Menguat Pagi Ini, Pasar Menanti Arah The Fed dan Data Cadangan Devisa

Di tengah pelemahan IHSG, aktivitas perdagangan saham justru tercatat cukup tinggi. Nilai total transaksi di pasar saham melonjak menjadi Rp36,2 triliun.

Besarnya nilai transaksi tersebut salah satunya dipengaruhi transaksi di pasar negosiasi untuk saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN).

Sepanjang perdagangan Rabu, jumlah saham yang berpindah tangan mencapai 48,4 miliar lembar saham. Sementara itu, frekuensi transaksi tercatat mencapai 1,53 juta kali.

Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, mayoritas berakhir di zona merah.

Sebanyak 390 saham tercatat melemah hingga penutupan perdagangan. Sementara itu, hanya 280 saham yang mampu menguat dan 162 saham lainnya bergerak stagnan.

Komposisi tersebut memperlihatkan tekanan jual yang cukup luas di pasar saham pada akhir perdagangan hari ini.

BYAN Jadi Salah Satu Pemberat Utama IHSG

Salah satu saham yang menjadi pemberat utama pergerakan IHSG adalah BYAN. Saham emiten pertambangan tersebut mengalami penurunan cukup dalam pada perdagangan hari ini.

Harga saham BYAN tercatat turun 6,69 persen. Pelemahan tersebut memberikan tekanan sebesar 14,78 poin terhadap IHSG.

Selain BYAN, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga menjadi salah satu saham yang menekan indeks. Saham BBCA turun 0,82 persen dan memberikan tekanan sebesar 4,56 poin terhadap IHSG.

Namun, tidak seluruh saham berkapitalisasi besar bergerak melemah. Sejumlah saham justru mampu memberikan kontribusi positif terhadap indeks.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), misalnya, berhasil mencatat kenaikan 0,96 persen. Penguatan tersebut memberikan tambahan sebesar 4,43 poin terhadap IHSG.

Halaman Selanjutnya

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) juga mencatat kinerja positif. Saham TLKM naik 1,32 persen dan memberikan kontribusi sebesar 2,77 poin terhadap pergerakan indeks.

Halaman Selanjutnya





Source link