Senin, 24 Agustus 2026 – 09:06 WIB
Jakarta, VIVA – IHSG dibuka menguat 12 poin atau 0,19 persen di level 6.537 pada pembukaan perdagangan Senin, 24 Agustus 2026.
Head of Retail Research Analyst, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi lanjut menguat pada perdagangan hari ini.
“IHSG berpotensi lanjut menguat hari ini, efek dari penguatan di bursa AS,” kata Fanny dalam riset hariannya, Senin, 24 Agustus 2026.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) (foto ilustrasi)
Bursa Asia beragam pada perdagangan Jumat pekan lalu, dengan mayoritas indeks naik. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,30 persen, Hang Seng Hong Kong menguat 1,21 persen, Taiex Taiwan naik 0,65 persen, Kospi Korea Selatan naik 0,88 persen.
Kemudian, ASX 200 Australia melemah 0,27 persen sementara Straits Times naik 0,30 persen dan FTSE Malaysia turun moderat 0,01 persen.
Data menunjukkan inflasi konsumen inti Jepang meningkat pada bulan Juli 2026, seiring langkah perusahaan membebankan kenaikan biaya impor kepada konsumen. Hal ini memperkuat argumen bagi BoJ untuk menaikkan suku bunga pada bulan September.
Namun, pasar sudah mengantisipasi kenaikan suku bunga sebesar seperempat poin menjadi 1,25 persen, dan sebenarnya mengharapkan adanya komitmen dari para pembuat kebijakan untuk melakukan pengetatan yang lebih cepat dan agresif.
“Support IHSG berada di level 6.480-6.500 sementara resist IHSG di rentang 6.600-6.700,” ujarnya.
Sebagai informasi, indeks utama Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Jumat kemarin, namun mencatat penurunan dalam sepekan. Kekhawatiran investor terhadap fluktuasi yield obligasi pemerintah dan kurangnya kejelasan mengenai perkembangan situasi di Timur Tengah, mewarnai laju gerak indeks pekan lalu.
Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,98 persen, S&P 500 naik 0,43 persen, dan Nasdaq Composite menguat 0,44 persen. Sementara itu, indeks saham berkapitalisasi kecil Russell 2000 turun 1,65 persen.
Tertinggi dalam 7 Tahun, Nilai Investasi Hotel di Asia Pasifik Melonjak 54 Persen di Semester I-2026
Pasar investasi hotel Asia Pasifik mencatat kinerja semester I terkuat dalam tujuh tahun, di tengah tekanan global, volatilitas ekonomi & sentimen investor yang selektif.
VIVA.co.id
22 Agustus 2026






