Nasional

Israel Dihantam ‘Tsunami’

×

Israel Dihantam ‘Tsunami’

Sebarkan artikel ini


Minggu, 23 Agustus 2026 – 03:03 WIB

VIVAIsrael menghadapi gelombang emigrasi yang kian mengkhawatirkan. Ratusan ribu warga meninggalkan negara tersebut dalam tiga tahun terakhir, memunculkan peringatan bahwa Israel sedang diterjang ‘tsunami‘ emigrasi.


img_title


Iran Ubah Doktrin Militer, dari Bertahan Jadi Menyerang

Fenomena ini menjadi sorotan karena mereka yang pergi bukan hanya warga biasa. Banyak di antaranya merupakan generasi muda, berpendidikan tinggi, profesional, serta berasal dari kelompok berpenghasilan besar yang selama ini menjadi motor perekonomian Israel.

Data Biro Pusat Statistik Israel yang dikutip dalam studi Universitas Tel Aviv menunjukkan hampir 270.000 warga Israel meninggalkan negaranya dalam tiga tahun terakhir. Sekitar 86.500 orang pergi pada 2023, kemudian sekitar 91.500 orang pada 2024, dan jumlah yang kurang lebih sama pada 2025.


img_title


Israel Terus Berulah di Palestina

Gilad Kariv, anggota parlemen dari kubu oposisi sekaligus ketua Komite Imigrasi, Penyerapan, dan Urusan Diaspora, menyebut kondisi tersebut sebagai “tsunami” emigrasi. Ia menilai pemerintah Israel belum melakukan langkah yang memadai untuk menghentikan arus keluar warga.

Studi otoritas pajak Israel yang diterbitkan awal bulan ini juga menunjukkan bahwa emigrasi meningkat pada 2023 dan 2024 dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Yang menjadi perhatian, warga yang meninggalkan Israel cenderung berasal dari kelompok dengan penghasilan dan tingkat pajak lebih tinggi.


img_title


PBB dan Inggris Kutuk Israel karena Nekat Bangun 1.200 Rumah di Lahan Strategis Tepi Barat

Kehilangan generasi terbaik

Gelombang eksodus tersebut terjadi ketika pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu semakin condong ke arah politik kanan dan garis keras.

Bagi banyak warga Israel berhaluan liberal, pemerintahan Netanyahu dianggap membuat Israel semakin kurang sekuler dan melemahkan independensi lembaga negara, khususnya peradilan.

Upaya pemerintah mengurangi kewenangan pengawasan peradilan pada 2023 bahkan memicu demonstrasi besar. Puluhan ribu warga turun ke jalan karena menilai kebijakan tersebut dapat mengubah karakter Israel secara mendasar.

Situasi semakin rumit setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 dan perang yang kemudian berlangsung di Gaza serta berbagai wilayah lain di kawasan.

Bagi sebagian warga Israel, perang yang tidak kunjung berakhir dan ketidakmampuan pemerintah mencapai kemenangan yang selama ini diklaim telah menciptakan ketidakpastian. Sebagian dari mereka akhirnya memilih mencari kehidupan yang lebih aman dan stabil di luar negeri.

Survei Universitas Tel Aviv juga menunjukkan bahwa warga yang meninggalkan Israel dalam beberapa tahun terakhir cenderung memiliki pendidikan dan kondisi ekonomi lebih baik.

Halaman Selanjutnya

‘Tsunami’ emigrasi

Halaman Selanjutnya





Source link