Selasa, 8 September 2026 – 23:44 WIB
Jakarta, VIVA – Sejak diluncurkan pada 2020, platform sunting video CapCut telah berkembang menjadi platform penyuntingan terpadu, tempat lahirnya berbagai ide kreatif. Baik dari kreator yang melahirkan tren dan menginspirasi jutaan orang lain maupun sineas yang menciptakan karya baru dari awal.
Global Head of CapCut, Xiaoqi Fu menyampaikan, saat ini CapCut telah menjangkau lebih dari 660 juta pengguna di lebih dari 170 pasar, dan tersedia dalam 30 bahasa termasuk di Asia Tenggara, Amerika Utara dan Selatan, Eropa, Afrika, Timur Tengah, serta berbagai wilayah lainnya.
“Menandai pencapaian tersebut, CapCut memperkenalkan CapCut World sebagai rangkaian acara komunitas perdana di Asia Tenggara, Amerika Serikat, dan Eropa, untuk mengapresiasi dan memberdayakan para kreator,” kata Xiaoqi dalam keterangannya, Selasa, 8 September 2026.
Pada gelaran perdana CapCut World untuk Asia Tenggara di Singapura akhir pekan lalu, CapCut mempertemukan lebih dari 300 kreator, pemimpin industri, dan anggota tim CapCut untuk berbagi kisah inspiratif dari para kreator.
“Mereka bertukar tips seputar proses kreatif, serta mengenal lebih lanjut berbagai fitur favorit yang membentuk CapCut saat ini,” ujarnya.
Proses kreatif yang interaktif dan terus disempurnakan, telah lama menjadi salah satu pilar komunitas CapCut. Kini, lebih dari 6 juta kreator templat menjadi penggerak momentum tersebut, dengan menerbitkan lebih dari 400.000 templat baru setiap harinya untuk menginspirasi sekaligus membantu orang lain untuk berkreasi.
Untuk semakin memperkuat peran templat dalam proses kreatif, CapCut baru-baru ini meluncurkan Skills. Fitur baru ini memungkinkan kreator menyimpan dan membagikan gaya, alur kerja, serta teknik di balik karya mereka, bukan hanya hasil akhirnya.
Melalui Skills, kreator dapat lebih mudah menyesuaikan dan mengembangkan proses kreatif tersebut, sekaligus membantu kreator lain mempelajari dan menerapkannya dalam karya mereka sendiri.
Sebagai contoh, ketika sineas sekaligus kreator CapCut, Vee Camallere membuat Featherweight, serial yang dibuat menggunakan AI dan telah meraih lebih dari 25 juta penayangan, Dia menyimpan proses color grading yang digunakannya sebagai sebuah Skill tersendiri.
Dengan begitu, Vee dapat menerapkan tampilan yang sama pada setiap episode tanpa harus mengulang proses tersebut dari awal.
Halaman Selanjutnya
“Ketika cerita dalam Featherweight beralih dari satu adegan ke adegan lainnya, saya dapat menggunakan skill yang telah disimpan sebelumnya agar tampilan visualnya tetap konsisten. Kemampuan yang ditawarkan Skills ini menjadikan proses color grading terasa berbeda dengan yang lain,” ujarnya.






