Nasional

Jelang Armuzna Cuaca Makin Ekstrem dan Situasi Padat, Jemaah Haji Diminta Jaga Kesehatan

×

Jelang Armuzna Cuaca Makin Ekstrem dan Situasi Padat, Jemaah Haji Diminta Jaga Kesehatan

Sebarkan artikel ini


Selasa, 20 Mei 2025 – 06:43 WIB

Makkah, VIVA –  Suhu di Makkah dalam dua hari terakhir tercatat mencapai 42 hingga 46 derajat Celcius, dan diperkirakan akan terus meningkat seiring mendekatnya musim panas pada Juni 2025. Kondisi ini diperparah dengan meningkatnya kepadatan jemaah dari berbagai negara yang kini mulai memadati Kota Makkah.

Baca Juga :


217 Jemaah Tertinggal Rombongan Diberangkatkan dari Hotel Transit Madinah ke Mekah

Terkait ekstremnya cuaca di Makkah, Kepala Bidang Kesehatan PPIH Arab Saudi, dr. M. Imran, mengingatkan para jamaah, menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji (Armuzna), seluruh jemaah haji Indonesia diimbau untuk menjaga kesehatan. Langkah ini penting agar jemaah dapat menjalani seluruh rangkaian ibadah dalam kondisi prima, khususnya saat wukuf di Arafah.

“Jumlah jemaah yang datang semakin bertambah, baik dari Madinah maupun dari Tanah Air. Saat ini, lebih dari 71 ribu jemaah haji Indonesia telah berada di Makkah, dan akan terus bertambah hingga mencapai 203 ribu orang,” ujar dr. Imran dalam konferensi pers di Kantor Urusan Haji Makkah, Senin, 19 Mei 2025.

Baca Juga :


Cek Pelaksanaan Makkah Route di Embarkasi Solo, DPR: Inovasi untuk Tingkatkan Penyelenggaraan Haji

Ia menuturkan, situasi kepadatan dan suhu yang tinggi berpotensi menimbulkan kelelahan, dehidrasi, hingga memperparah kondisi kesehatan jemaah, terutama bagi mereka yang memiliki penyakit penyerta seperti hipertensi, diabetes, atau gangguan pernapasan.

Baca Juga :


Update Haji 2025: 28 Jemaah Haji Indonesia Wafat, 270 Dirawat di RS Arab Saudi

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan, hingga 18 Mei 2025 pukul 16.00 WAS, terdapat 1.167 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di kalangan jemaah. Jika tidak ditangani dengan baik, ISPA dapat berkembang menjadi pneumonia, yang selama ini menjadi salah satu penyebab utama perawatan jemaah di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan rumah sakit Arab Saudi.

“Penyakit terbanyak yang kami temukan saat ini adalah ISPA, hipertensi, dan diabetes. Terdapat juga jemaah yang dirawat  karena radang paru, paru kronis, dan jantung koroner. Kami berharap semua jemaah dapat segera pulih agar dapat mengikuti puncak haji,” jelas Imran.

Ia juga menyampaikan rasa duka atas wafatnya 28 jemaah hingga 18 Mei 2025, yang umumnya disebabkan oleh penyakit jantung dan infeksi sistemik akibat penurunan daya tahan tubuh.

Untuk mencegah risiko kesehatan yang lebih berat, Imran memberikan sejumlah imbauan kepada jemaah, khususnya yang lansia atau memiliki penyakit bawaan:
* Istirahat setelah tiba di Makkah sebelum melaksanakan umrah wajib.
* Hindari keluar hotel pada siang hari antara pukul 10.00–16.00 WAS.
* Perbanyak minum air, terutama air zamzam. Jangan menunggu haus; idealnya minum 200 cc setiap satu jam saat beraktivitas di luar.
* Gunakan masker bagi jemaah yang mengalami batuk atau flu untuk mencegah penularan.
* Bagi jemaah dengan penyakit kronis, hindari aktivitas berat seperti umrah sunah, dan fokuslah pada ibadah ringan seperti zikir, tadarus, dan sedekah dari hotel.

Ia juga menyarankan agar lansia dan jemaah disabilitas menggunakan kursi roda saat tawaf dan sa’i, serta senantiasa didampingi oleh jemaah yang lebih sehat atau lebih muda.

“Jangan ragu berkonsultasi dengan dokter kloter minimal seminggu sekali. Minum obat secara teratur dan segera sampaikan bila ada keluhan,” pesan Imran.

Ia menegaskan bahwa Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik agar jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan aman, nyaman, dan sehat.

Halaman Selanjutnya

Ia juga menyampaikan rasa duka atas wafatnya 28 jemaah hingga 18 Mei 2025, yang umumnya disebabkan oleh penyakit jantung dan infeksi sistemik akibat penurunan daya tahan tubuh.

Halaman Selanjutnya





Source link