Minggu, 9 November 2025 – 20:16 WIB
Manchester, VIVA – Pep Guardiola mengakui bahwa Liverpool di bawah asuhan Juergen Klopp merupakan rival terbesarnya sepanjang karier kepelatihannya. Pernyataan itu disampaikan jelang momen bersejarah — laga ke-1.000 Pep memimpin tim senior — saat Manchester City menjamu Liverpool di Stadion Etihad, Minggu (9/11/2025) pukul 23.30 WIB.
Baca Juga :
Hasil Lengkap Liga Champions: Manchester City Gilas Dortmund, Barcelona Nyaris Terjungkal
Pelatih asal Spanyol itu menyebut persaingannya dengan Klopp di Premier League sebagai sesuatu yang istimewa dan berpengaruh besar dalam hidupnya.
“Saya telah berada di negara ini lebih lama dari tempat mana pun, dan pengaruhnya sangat besar dalam hidup saya. Barcelona adalah klub saya, dan Bayern juga luar biasa, tetapi di Inggris, Liverpool adalah rival terbesar kami, terutama dengan Juergen (Klopp). Tidak ada yang lebih baik dari ini. Takdir dan alam semesta seakan menentukannya,” ujar Pep, dikutip dari laman resmi klub.
Rivalitas Abadi City vs Liverpool
Dalam delapan musim terakhir Premier League, Manchester City dan Liverpool menjadi dua kekuatan dominan di Inggris. Guardiola membawa The Citizens meraih enam gelar juara liga, sementara Klopp mempersembahkan satu trofi pada musim 2019/2020.
Persaingan keduanya bahkan sering berlangsung hingga pekan terakhir kompetisi. Pada musim 2018/2019 dan 2021/2022, City keluar sebagai juara dengan keunggulan hanya satu poin atas Liverpool.
“Tidak ada yang lebih baik dari duel-duel kami melawan Liverpool. Itu mendorong kami untuk menjadi lebih baik setiap musim,” ungkap Pep dalam wawancara terpisah.
Dominasi Berlanjut di Era Arne Slot
Meski Juergen Klopp sudah tidak lagi menukangi The Reds, rivalitas kedua klub tetap hidup di era Arne Slot. Pada musim lalu, Liverpool menjuarai Premier League dengan 84 poin, unggul 10 poin dari Arsenal dan 13 poin dari Manchester City.
Slot bahkan berhasil mengalahkan Pep dua kali, baik di Etihad Stadium maupun Anfield, masing-masing dengan skor 2-0.
Guardiola pun mengakui bahwa kekuatan Liverpool tetap mengancam, meski kini di bawah pelatih baru.
“Kami harus tampil sebaik mungkin. Saya tahu betapa cepatnya segalanya berubah di sini. Seminggu lalu Liverpool kalah enam kali, semua orang bilang mereka hancur, lalu mereka menang dua kali dan kini kembali ke performa terbaiknya,” kata Pep.
Halaman Selanjutnya
Target Pep: Menang di Laga ke-1.000






