Nasional

Karhutla Mengancam Saat Kemarau, Polri Dorong Deteksi Dini di Kaltim

×

Karhutla Mengancam Saat Kemarau, Polri Dorong Deteksi Dini di Kaltim

Sebarkan artikel ini


Sabtu, 12 September 2026 – 02:00 WIB

Jakarta, VIVA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi tantangan serius memasuki musim kemarau. Kondisi tersebut mendorong Sespimti Polri Angkatan 36 memperkuat upaya pencegahan melalui deteksi dini dan edukasi masyarakat di Kecamatan Samboja Barat, Kalimantan Timur.


img_title


Polri Perkuat Teknologi dan Rekayasa Tata Air Hadapi Karhutla Gambut di Kalteng

Ketua Senat Serdik Sespimti Polri Angkatan 36, Komisaris Besar Polisi Dony Alexander, mengatakan wilayah yang memiliki kawasan hutan, perkebunan hingga lahan gambut luas memiliki kerawanan lebih tinggi terhadap karhutla.

Samboja Barat menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena ancaman kebakaran dapat berdampak panjang, bukan hanya terhadap lingkungan tetapi juga kehidupan masyarakat.


img_title


Boni Hargens Ungkap Peran Polri Sebagai Katalisator Keamanan: Bangun Relasi terhadap Masyarakat

“Kemudian mengganggu aktivitas pendidikan dan perekonomian, serta dapat menimbulkan kerugian material maupun immaterial yang tidak sedikit,” kata Dony, dikutip Sabtu, 12 September 2026.

Menurut Dony, penanganan karhutla tidak cukup hanya dilakukan ketika titik api sudah muncul. Kesiapsiagaan dan kemampuan mendeteksi potensi kebakaran sejak awal menjadi bagian penting untuk mencegah api berkembang lebih luas.


img_title


Polda Sumsel Optimalkan Pemadaman Karhutla dengan Cairan X-Fire di Gelumbang

Karena itu, Satgas Edukasi Karhutla Sespimti Polri Angkatan 36 turun langsung ke tengah masyarakat Samboja Barat. Kegiatan tersebut didampingi Pati Pendamping (Paping), yakni Inspektur Jenderal Polisi Joko Setiono dan Irjen Sabilul Arif.

“Guna membangun kesadaran kolektif dan memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman karhutla, melalui pendekatan edukasi, dialog, dan kolaborasi lintas sektor,” ujarnya.

Dony menjelaskan pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah kecamatan dan desa, TNI-Polri, instansi lingkungan hidup dan kehutanan, dunia usaha, akademisi, tokoh masyarakat hingga tokoh adat dinilai memiliki peran masing-masing.

“Kami menyadari bahwa keberhasilan pencegahan karhutla sangat bergantung pada kesiapsiagaan dini, deteksi yang cepat, serta respons yang terkoordinasi dengan baik dari semua pihak,” katanya.

Atas dasar itu, Satgas Edukasi Karhutla Sespimti Polri Angkatan 36 melakukan identifikasi terhadap wilayah-wilayah yang dianggap rawan kebakaran di Samboja Barat.

Pemetaan tersebut ditujukan agar langkah antisipasi bisa dilakukan secara lebih terarah dan tepat sasaran.

Selain itu, langkah strategis juga disiapkan melalui penguatan sistem deteksi dini dan patroli terpadu. Edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya membuka lahan dengan cara membakar juga menjadi perhatian.

Halaman Selanjutnya

Koordinasi antarlembaga turut diperkuat agar apabila kebakaran terjadi, penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tidak berjalan sendiri-sendiri.

Halaman Selanjutnya





Source link