Nasional

Kisah Petugas SPBU Pertamina Korban Gempa NTT, Tetap Layani Warga Agar Kebutuhan Energi Terjaga

×

Kisah Petugas SPBU Pertamina Korban Gempa NTT, Tetap Layani Warga Agar Kebutuhan Energi Terjaga

Sebarkan artikel ini


Sabtu, 22 Agustus 2026 – 12:16 WIB

Manggarai, VIVA – Pagi itu, Valentinus Jantur (39) tengah bersiap berangkat kerja ketika gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang Manggarai, Sabtu (15/8/2026), sekitar pukul 05.46 WITA. Guncangan yang kuat membuatnya spontan menggendong sang anak dan berlari keluar rumah bersama keluarganya.


img_title


Relawan Asal Jakarta Meninggal Dunia Saat Salurkan Bantuan Gempa NTT, Jenazah Dievakuasi Basarnas

“Kami langsung keluar rumah, tidak pakai lama. Besar sekali guncangannya. Kami langsung menggendong anak, lari keluar rumah,” kenang Valentinus saat ditemui di kediamannya di Kampung Mando, Kelurahan Compang Carep, Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Dikutip Sabtu, 22 Agustus 2026.

Hari itu, Valentinus tidak berangkat bekerja. Keselamatan keluarga menjadi prioritasnya. Bersama keluarganya dan lima keluarga lain, ia kemudian tinggal sementara di tenda sederhana yang didirikan di depan rumah. Anak-anaknya pun belum kembali bersekolah.


img_title


Korban Tewas Gempa Kolombia Bertambah Jadi 321 Orang, 257 Masih Hilang

Trauma akibat gempa masih terasa. Bahkan untuk kembali beraktivitas di dalam rumah, Valentinus dan keluarganya masih diliputi rasa khawatir. “Gempa sekarang ini yang terbesar, yang paling parah. Kami masih takut, mau ke kamar mandi saja takut, masih trauma,” ujarnya.

Namun, sehari setelah gempa, Valentinus kembali mengenakan seragamnya. Ia kembali bertugas sebagai operator SPBU Mbaumuku 54.865.01, Ruteng, melayani masyarakat yang juga tengah berupaya bangkit dari dampak bencana.


img_title


Pertamina Buka Posko Kesehatan Gratis Bagi Para Pengungsi Gempa di Reo

Di tengah kondisi keluarganya sendiri yang belum sepenuhnya pulih, Valentinus menyadari kebutuhan energi masyarakat tidak berhenti. BBM tetap dibutuhkan untuk mendukung mobilitas dan berbagai aktivitas masyarakat pascagempa.

“Sudah kewajiban melayani masyarakat. Tugas kami memang harus seperti itu, untuk melayani masyarakat terdampak,” katanya.

Tetap Melayani di Tengah Pemulihan

Keputusan Valentinus untuk kembali bekerja mendapat dukungan keluarganya. Baginya, menjalankan tugas di SPBU dan menjaga keluarganya merupakan dua tanggung jawab yang sama-sama harus dijalankan.

“Keluarga mendukung. Harus melayani walaupun dalam keadaan begini. Ada tanggung jawab untuk keluarga dan anak,” tuturnya.

Dukungan Pertamina kepada para operator SPBU terdampak gempa turut membantu mereka melewati masa pemulihan. Valentinus mengatakan perhatian tersebut menjadi penyemangat baginya untuk terus menjalankan tugas.

“Kami juga mendapat bantuan dari Pertamina. Kami berterima kasih atas bantuan yang diberikan sehingga kami sebagai operator tetap bisa melayani dan bertugas,” ucapnya.

Halaman Selanjutnya

Corporate Secretary Pertamina Arya Dwi Paramita mengatakan, para operator SPBU memiliki peran penting sebagai garda terdepan pelayanan energi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Di tengah bencana, mereka tidak hanya menghadapi tanggung jawab pekerjaan, tetapi juga berjuang memulihkan kondisi keluarga masing-masing.

Halaman Selanjutnya





Source link